Gelapkan Uang Rp 29 Miliar, Dua Mantan Petinggi Yarsis Masih Melenggang Bebas

Pengurus Yarsis mendatangi Mapolda Jateng. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Pengurus Yarsis mendatangi Mapolda Jateng. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

METROSEMARANG.COM – Pengurus Yayasan Rumah Sakit Islam Surakarta (Yarsis) mendesak penyidik Polda Jateng untuk melakukan penahanan terhadap dua tersangka kasus keterangan palsu dalam akta wakaf dan penggelapan uang yayasan. Padahal, berkas perkara yang menjerat mantan Direktur Yarsis Solo, M. Djufrie dan mantan Ketua Yayasan Yarsis, Amin Romas itu sudah dinyatakan lengkap (P21) sejak Desember 2015.

Desakan tersebut disampaikan sejumlah pengurus Yarsis dengan mendatangi kantor Ditreskrimum Polda Jateng, Kamis (3/3). Sambil membentangkan poster, mereka meminta polisi segera melakukan penahanan terhadap dua tersangka yang diduga merugikan keuangan yayasan hingga miliaran rupiah.

Penetapan status kasus yang dilaporkan Ketua Yarsis M. Zaenal Mustaqim tersebut sudah P21 sejak Desember 2015 lalu. “Teman-teman melakukan orasi sebagai bentuk dukungan ke polisi. Sebab dalam kasus ini sudah P21 sejak Desember tahun lalu, tapi sampai sekarang belum ditahan ataupun dilimpahkan ke kejaksaan,” kata kuasa hukum M Zaenal Mustaqim, Agus Nurudin.

Agus menambahkan, selain kasus pertama terkait keterangan palsu dalam akta wakaf, kedua tersangka ini juga sudah dilaporkan ke pihak kepolisian atas kasus dugaan penggelapan uang miliaran rupiah milik Yarsis.

Dalam kasus keterangan palsu, Djufri disangka telah membuat yayasan baru yang namanya mirip dengan Yarsis yaitu Yayasan Wakaf Rumah Sakit Islam Surakarta. Disinilah kemudian, rekening milik yayasan baru tersebut diduga digunakan untuk menampung uang Yarsis.

“Jumlahnya sekitar Rp 29 miliar, ini dugaan penggelapan. Tersangka ini beberapa kali dipanggil mangkir dengan alasan sakit, padahal Senin lalu mereka datang di PN Sukoharjo pada perkara perdata, saya lihat mereka sehat walafiat,” imbuh Agus.

Namun, pengurus Yarsis belum mendapat tanggapan dari penyidik, lantaran mereka keburu dibubarkan petugas. (yas)

You might also like

Comments are closed.