Geliat Bus Tumpuk Menyusuri Jalanan Semarang

METROSEMARANG.COM – Sekelompok pelancong antusias saat mengantre masuk ke dalam bus tingkat. Baik anak-anak, maupun orang dewasa yang tertarik naik bus tersebut, pada Kamis (19/10).

Bus tumpuk jadi primadona pelancong di Semarang. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Bertempat di pelataran Museum Mandala Bhakti, Tugu Muda, tepat pukul 11.00 WIB siang mereka bergegas masuk ke dalam bus wisata bernama ‘si Kenang’ tersebut.

Ada sekitar 12 kru yang mengawal perjalanan para pelancong. Dua perempuan bahkan memandu rute wisata dengan bus tingkat. “Kita akan melewati Jalan Imam Bonjol menuju Kota Lama. Ada tempat-tempat kuliner yang akan kita jelajahi kali ini,” kata seorang pemandu wisata melalui pengeras suara.

Santoso, seorang sopir bus tingkat mengatakan armadanya hari ini melayani perjalanan wisata sejauh 25 kilometer mengelilingi jalan raya di Semarang.

“Dimulai dari Museum Mandala, pelancong akan dijak menyusuri Jalan Imam Bonjol, Jembatan Berok, Polder Tawang, Kota Lama dan berhenti sejenak di Taman Srigunting,” kata Santoso kepada metrosemarang.com.

Di Taman Srigunting, ujar Santoso, para pelancong diberi kebebasan untuk berkeliling. Ia mengatakan Taman Srigunting sarat sejarah karena berjarak beberapa kilometer dari Titik Nol Kilometer Semarang.

Puas keliling Taman Srigunting, pelancong kemudian naik bus tingkat lagi untuk menjelajah rute berikutnya. Kali ini, menuju Jalan Pemuda, Simpang Lima, Jalan Pandanaran dan berbelok lagi hingga berhenti di Pasar Kembang Kalisari. Pelancong berhenti di Pasar Kembang 15 menit.

Bus Wisata Semarang bisa dinikmati dengan cuma-cuma. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Sayangnya, di Pasar Kembang, kru bus tingkat kerepotan parkir lantaran tak ada akses untuk pemberhentian armadanya. “Lahan parkirnya malah dipakai motor-motor milik pedagang bunga. Tentunya ini sangat mengganggu, kami meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menertibkan lahan parkir di sini,” bebernya.

Rute bus tingkat selanjutnya yakni menuju Jalan Dr Sutomo, melewati Kaligarang, Pamularsih, mentok ke Kalianteng lalu balik ke arah timur menuju Jalan Siliwangi. Santoso menyebut total perjalanan bus tingkat selama 2,5 jam.

“Sehari kita jalan tiga kali. Untuk Selasa-Kamis pukul 08.00, 11.00, dan 15.00. Jumat-Minggu empat kali. Khusus Senin kita buka booking untuk wisatawan pelajar,” ungkapnya.

Ia mengaku antusias pelancong sangat tinggi saat naik bus tingkat. Tiap jalan, jumlah antrean membludak. “Banyak yang ngantre sejak pagi hari. Jumlah penumpangnya full 70 orang setiap kali jalan,” tandasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.