Geliat Persiapan Pemilu, Akhir Puasa Kemenangan, dan Kisah Tragis Pembunuhan Pramuria

Kriminalitas Remaja Masih Saja

Pemerintah daerah diminta agar lekas menuntaskan perekaman e-KTP dan pencetakan blangkonya. Semuanya harus selesai 31 Desember mendatang

Tahun pemilihan 2019 akan segera datang. Pemilihan presiden dan pemilihan anggota legislatif bakal serentak dilangsungkan pada bulan April 2019. Geliat persiapannya sudah tampak. Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Zudan Arif F menjelaskan pencetakan e-KTP kini tinggal menyisakan sekitar 3,5 persen.

Pemerintah daerah diminta agar lekas menuntaskan perekaman e-KTP dan pencetakan blangkonya. Semuanya harus selesai 31 Desember mendatang. Setiap penduduk yang meminta pencetakan, diminta segera dilaksanakan, tidak memakai surat keterangan lagi. Selain itu, kartu rusak harus segera diganti. Menurut Zudan, jumlah penduduk yang belum melakukan rekam data e-KTP saat ini kurang tujuh juta jiwa. Jumlah tersebut terus bergerak dinamis.

Simulasi Sispamkota dan pengendalian keamanan menghadapi Pemilu 2019 di Purwokerto, Minggu (16/9/2018). Foto: metrojateng.com

Sementara, Kepolisian Republik Indonesia telah manyiapkan Satuan Tugas Nusantara yang bertugas memantau segala bentuk platform yang membagikan konten atau berita bohong termasuk ujaran kebencian. Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto saat kunjungan ke Semarang, Rabu (12/9/2018) menyatakan prediksinya akan kemunculan hoaks dan ujaran kebencian di dunia maya menjelang pemilihan umum.

Geliat persiapan pemilihan umum juga tampak di daerah-daerah. Kepolisian Daerah Jawa Tengah berikut jajaran di bawahnya, tengah menyiapkan ribuan pasukan untuk pengamanan pemilihan presiden dan pemilihan anggota legislatif.

Tak hanya itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah juga telah melakukan penyisiran data pemilih tetap (DPT). Penyisiran dilakukan pada data untuk 35 kabupaten/kota di 573 kecamatan dan 8.559 desa, mencakup 115.186 titik tempat pemungutan suara. Hasil penyisiran Bawaslu memunculkan 44.066 pemilih ganda pada DPT. Bawaslu telah menyerahkan temuan mereka kepada Komisi Pemilihan Umum untuk diperbaiki sehingga valid.

 

Kemenangan PSIS

Rabu, 12 September 2018, tim PSIS Semarang telah berada di Stadion Teladan Medan untuk menunaikan laga away melawan PSMS Medan. Keberangkatan PSIS diwarnai kegamangan. Pasalnya, tim berjuluk Mahesa Jenar itu tampil tanpa sejumlah pilar yang biasa memperkuat.

Hari Nur Yulianto dan Bruno Silva menjadi memberi kemenangan Mahesa Jenar atas tuan rumah PSMS Medan. 

Lima hari sebelum laga itu, Abou Bakr Al-Mel berpamitan. Alhasil hanya ada dua pemain asing yang masuk starting line up. Ditambah, tiga bek sayap yang masih berkutat dengan cidera dan pelatih yang baru tiga minggu membesut tim kebanggan Semarang.

Tapi di luar dugaan, PSIS justru mampu mengalahkan PSMS Medan dengan skor 3-2. Tak hanya itu, kemenangan PSIS ini mengakhiri puasa kemenangan tim dalam beberapa laga terakhir. Ini adalah kali pertama PSIS mampu mengemas lebih dari satu gol dalam satu pertandingan sejak kemenangan 4-0 atas Mitra Kukar di pekan ke-11, 28 Mei 2018 silam.

 

Pembunuhan Sang Pramuria

Pertengahan pekan ini, udara panas Kota Semarang diliputi berita pembunuhan seorang pramuria di lokalisasi Sunan Kuning. Korban pembunuhan ditemukan dalam keadaan tanpa busana, dengan tubuh berlumur solar.

Jasad Ninin dievakuasi dari Lokalisasi Sunan Kuning, Kamis (13/9). Foto: metrojateng.com/efendi

Polisi segera melakukan pengusutan dan menemukan terduga pelaku pembunuhan, yang ternyata masih remaja. Ia adalah D, berumur 16 tahun. D ditangkap polisi di kawasan Ngaliyan, tempat yang jaraknya kurang dari 10 kilometer dari lokasi pembunuhan. Penyelidikan polisi mengungkap solar disiramkan terduga pembunuh untuk menghilangkan jejak.

Lagi-lagi kriminalitas yang melibatkan remaja. Masih segar di ingatan peristiwa perampasan yang dilakukan oleh empat remaja belasan tahun. Mereka menodong mahasiswa Unversitas Diponegoro di dalam area kampus, mengancam dan melukai korban. Awal September, seorang remaja 19 tahun juga melakukan pembunuhan dan perampasan terhadap seorang pedagang pakan ternak di Semarang Timur. Kriminalitas di tengah kota yang terus melibatkan remaja belasan tahun ini agaknya menuntut banyak perhatian. (*)

You might also like

Comments are closed.