Gerhana Matahari 2016 Bertepatan dengan Wafatnya Putra Nabi Muhammad

METROSEMARANG.COM – Pakar Ilmu Falak dari UIN Walisongo, Ahmad Izzuddin mengatakan, warga Semarang akan mendapatkan momentum spesial karena dapat melihat langsung penampakan gerhana matahari yang muncul Rabu (9/3) pekan depan hanya terjadi sekali dalam seribu tahun.

Fenomena gerhana matahari di Kota Lumpia Semarang ternyata tak hanya mirip dengan zaman Nabi Muhammad SAW, namun juga bertepatan dengan peringatan wafatnya Sayyid Ibrahim, putra Rasulullah dari istrinya, Maria Al-Ibtiyah.

Teropong yang disiapkan di Menara Al Husna MAJT untuk mengamati gerhana matahari. Foto: metrosemarang.com/dok
Teleskop yang disiapkan di Menara Al Husna MAJT untuk mengamati gerhana matahari. Foto: metrosemarang.com/dok

“Makanya, kami akan melaksanakan salat gerhana matahari di halaman Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) bersama umat Muslim di Semarang,” tegasnya, Sabtu (5/3).

Putra nabi, kata dia, dalam historis Islam memang wafat tepat saat malam hari sebelum gerhana. Gerhana Matahari Sebagian, terjadi saat posisi bulan dengan bumi berjarak sangat dekat. Bahkan hampir sama seperti gerhana matahari total. Bedanya, bumi, bulan dan matahari tidak tepat dalam satu garis lurus.

“Entah kebetulan atau tidak, yang pasti jadi sangat istimewa bila kita dapat melihat dari teleskop di menara MAJT. Itu patut disyukuri bagi kita semua,” tandasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.