Gerhana Matahari Mirip Zaman Nabi Muhammad bakal Terlihat di Semarang

METROSEMARANG.COM – Warga Semarang bakal mendapat momentum langka saat gerhana matahari terjadi pada Rabu (9/3) pekan depan. Pasalnya, sejumlah pakar astronomi menyatakan penampakan matahari akan terlihat seperti di zaman Nabi Muhammad SAW.

Ketua Asosiasi Dosen Falak Indonesia, Ahmad Izzuddin, mengatakan berdasarkan ilmu Falak, gerhana matahari di Semarang berdurasi 2 jam 15 menit 38 detik atau terpaut sedikit dari zaman Nabi Muhammad hanya berkisar 2 jam 36 menit 11 detik.

Salah seorang petugas membersihkan teropong yang akan digunakan untuk menyaksikan gerhana matahari di MAJT, Rabu (9/3) medatang. Foto: dok humas
Salah seorang petugas membersihkan teropong yang akan digunakan untuk menyaksikan gerhana matahari di MAJT, Rabu (9/3) medatang. Foto: dok humas

“Rabu besok akan ada penampakan munculnya matahari sebagian di langit Semarang. Ini sangat mirip seperti zaman Muhammad. Benar-benar istimewa bagi Kota Semarang,” ungkap Izzuddin, saat berdialog dengan pecinta astronomi di MAJT, Sabtu (5/3).

Untuk bentuk penampakannya yang dapat dilihat nanti sama-sama punya persentasi gelap gerhana 80 persen. Hanya saja, yang terlihat di Semarang mempunyai selisih 8 persen lebih besar dari gerhana zaman Nabi Muhammad.

“Pada zaman nabi magnitude gerhana berkisar pada angka 0,824317767 atau 82 persen. Sedangkan gerhana di Semarang Rabu pekan depan magnitudenya berkisar 0,8742833664 atau 87 persen,” tambahnya.

Tak hanya itu saja, gerhana matahari akan muncul seperempat pagi hari terawal, meskipun tidak tepat mirip waktunya. Sedangkan pada zaman Nabi Muhammad gerhana terjadi tepat 29 Syawal 10 Hijriah/27 Januari 632 Masehi. Waktu munculnya pukul 07:08:51 WD.

“Kalau yang terlihat di Semarang besok mulai pukul 06:20:33 WIB dan puncaknya pukul 07:23:54 WIB dengan akhir gerhana pukul 08:36:11 WIB. Saat zaman nabi hampir mirip dengan puncak gerhana pukul 08:21:04 WD dengan akhir gerhana pukul 09:45:03 WD,” tukasnya.

Gerhana Matahari Total hanya melintasi 12 provinsi di Indonesia. Provinsi-provinsi itu adalah Sumatera Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bangka Belitung. Selain itu, semua provinsi di Kalimantan (kecuali Kalimantan Utara), Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.

Selama GMT, piringan Matahari tertutup penuh oleh piringan Bulan dan hanya menyisakan cahaya korona atau bagian atas atmosfer Matahari. Di luar daerah yang dilintasi jalur totalitas gerhana akan mengalami Gerhana Matahari Sebagian (GMS). (far)

You might also like

Comments are closed.