Green Peace Semarang Desak Pemerintah Perkuat Moratorium Hutan

Aksi Greenpeace di depan Balai Kota Semarang, Rabu (6/5). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Aksi Greenpeace di depan Balai Kota Semarang, Rabu (6/5). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

SEMARANG – Tujuh orang dari komunitas Green Peace Semarang menggelar aksi damai Gentle Reminder Offline di depan Balai Kota Semarang, Jalan Pemuda pada Rabu (6/5) pagi. Aksi yang digelar adalah dalam rangka menuntut penguatan moratorium hutan. Rencananya, aksi serupa akan dilakukan hingga 10 Mei mendatang.

Menurut Koordinator Kegiatan, Faisal Musaqif Affan saat ini nasib hutan masih memprihatinkan. “Banyak pelanggaran yang terjadi, seperti izin yang masih tumpang tindih antara penggunaan hutan sebagai tambang dan perkebunan,” terang dia.

Selain itu, pelanggaran yang terjadi adalah penggunaan hutan yang tidak sesuai izinnya. Ada yang mengajukan izin satu hektare, tapi pada kenyataannya menggunakan hutan tersebut melebihi satu hektare.

Mereka menuntut pemerintah untuk segera menetapkan peraturan, serta rutin dalam melakukan tata kelola hutan. “Peta rujukan tunggal juga penting agar tidak penggunaan hutan tidak tumpang tindih,” kata dia.

Selain di Balai Kota, Affan dan anggota Green Peace Semarang juga akan melakukan kampanye di beberapa tempat seperti Perhutani dan taman-taman kota. (ade)

You might also like

Comments are closed.