Gule Kambing Bustaman: Resep Turun Temurun 5 Generasi

Gule Kambing Pak Slamet, Bubaan Kulon (foto: Lopen)
Gule Kambing Pak Slamet, Bubaan Kulon (foto: Lopen)

Gule Kambing Bustaman merupakan kuliner khas kawasan Pekojan Semarang. Asal nama Bustaman diambil dari kampung Bustaman. Dahulunya, gule ini dibuat di kampung Bustaman yang terkenal dengan pemotongan ternak jagalnya, sehingga bahan utama pembuat gule ini yaitu daging kambing bisa setiap hari didapatkan dalam memasak resep gule. Resep ini secara turun-temurun dikembangkan dalam usaha keluarga. Salah satu pembuat resep asli dari kampung Bustaman bernama Mas Iqbal. Dia merupakan generasi ke-5 penerus pembuatan resep Gule Bustaman. Sampai saat ini ada 5 orang yang masih meneruskan resep asli dari Gule Bustaman tersebut.

Hal yang membedakan Gule Bustaman dengan gule yang lain adalah terletak pada cara pemasakan dan resepnya. Gule Bustaman dalam pengolahannya, daging kambing dibakar terlebih dahulu baru dimasak ke dalam tungku besar dan bagian jeroan beserta kepala dimasak tersendiri, dicampur dengan kunyit demi menghilangkan bau anyir kambing. Selain itu, resep dalam gule Bustaman juga berbeda, kalau gule pada umumnya menggunakan santan sedangkan gule Bustaman menggunakan bumbu Serundeng. Bumbu Serundeng merupakan kelapa yang disangrai lalu ditumbuk, sehingga keluar minyaknya sebagai pengganti santan. Selain itu ada bumbu lain yang menjadi ciri khas, yaitu campuran 27 macam rempah. Konon, resep 27 macam rempah ini berasal dari perpaduan resep kaum Jawa dan kaum Gujarat sehingga tercipta akulturasi dalam resep Gule Bustaman.

Salah satu warung yang masih mempertahankan resep tersebut adalah Gule Kambing Pak Slamet yang sudah berdiri sejak 25 tahun yang lalu. Pada awalnya berjualan dengan gerobak keliling, lambat laun berkembang dan sekarang beralamat di Bubaan Kulon. Gule kambing pak Slamet buka setiap hari dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Sedangkan resep dari Gule Kambing Pak Slamet berakulturasi dengan resep dari Kudus dan daging kambing dari kampung Bustaman. Di Semarang masih tersisa sekitar 10 warung makan Gule Bustaman yang masih melestarikan warisan kuliner ini, di antaranya di jalan Kartini, kawasan  Kota Lama (belakang Gereja Blendhuk, Jl. MT. Haryono (Mataram), dll. (mam)

(Lopen Semarang)

You might also like

Comments are closed.