H-5 Puasa, Dinas Perdagangan Harapkan Harga Sembako Sudah Stabil

METROSENARANG.COM – Dinas Perdagangan Kota Semarang akan berusaha melakukan beberapa upaya agar harga kebutuhan pokok di pasaran pada H-5 puasa sudah stabil. Salah satu di antaranya siap berkoordinasi dengan Bulog untuk menggelar operasi pasar apabila kenaikan harga sudah terlalu tinggi.

Dinas Perdagangan melakukan pantauan di Pasar Peterongan, Selasa (9/5). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto menjelaskan, pihaknya akan berkeliling ke beberapa pasar khususnya pasar tradisional untuk memantau harga kebutuhan pokok menjelang datangnya bulan puasa.

”Antisipasi harga kebutuhan pokok semakin tinggi kami akan monitor harga di pasar tradisional empat kali sampai sebelum datangnya bulan puasa,” katanya, Selasa (9/5).

Begitu dimonitor ada pergerakan kenaikan harga kebutuhan pokok yang tinggi, pihaknya akan langsung melakukan komunikasi dengan Wali Kota Semarang dan Bulog untuk melaksanakan operasi pasar. Sebab pihak yang berwenang untuk menyelenggarakan operasi pasar adalah Bulog.

Menurutnya, harga kebutuhan pokok di pasaran khususnya di pasar tradisional saat ini masih belum stabil. Bahkan harga sejumlah kebutuhan pokok cenderung masih cukup tinggi. Di antaranya seperti harga bawang putih masih naik turun di kisaran Rp 55 ribu – Rp 60 ribu per kilogram.

”Harga lombok setan Rp 70 ribu, ini termasuk sudah turun dari sebelumnya Rp125 ribu per kilogram karena mungkin sudah ada intervensi dari pemerintah pusat,” ujarnya.

Untuk harga daging ayam dan daging sapi, Fajar mengatakan pihaknya belum melakukan pengecekan karena menjadi ranah dari Dinas Pertanian Kota Semarang. Pihaknya akan mengajak Dinas Pertanian pada minggu depan untuk bersama-sama mengecek harga daging dan pemeriksaan daging sapi gelonggongan.

”Kami akan cek agar jangan sampai ada daging sapi gelonggongan di pasaran menjelang puasa. Informasinya harga daging sapi saat ini sekitar Rp 111 ribu, ada peningkatan sekitar Rp 5.000 dari sebelumnya,” katanya. (duh)

You might also like

Comments are closed.