Hadapi Dunia Kerja, Siswa SMK 3 Semarang Digembleng di Bright Olimart Academy

METROSEMARANG.COM – Sekolah kejuruan dan dunia usaha terus meningkatkan kerja sama demi pengembangan keterampilan anak didik. Upaya itu dilakukan PT Pertamina Retail dengan mendirikan Bright Olimart Academy di SMK 3 Semarang, Jumat (19/1).

Vice President Bright Pertamina Retail, Riza Pahlevi didampingi Kepala SMK 3 Semarang, Almiati dan jajaran terkait melihat siswa praktik kerja di Bright Olimart Academy, Jumat (19/1). Foto: metrojateng.com/anggun puspita

Bright Olimart merupakan satu unit bisnis Pertamina yang ada di SPBU Coco. Namun karena berada di lingkungan sekolah namanya menjadi Bright Olimart Academy. Unit yang didirikan di SMK 3 Semarang ini bertujuan untuk mengembangkan pendidikan otomotif dan kewirausahaan siswa sekolah kejuruan.

Vice President Bright Pertamina Retail, Riza Pahlevi mengatakan, keberadaan fasilitas ini untuk mendidik dan mendorong siswa agar memiliki jiwa kewirausahaan.

“Siswa dapat mengembangkan skill dengan praktik kerja disini sekaligus belajar mengelola usaha,” katanya seusai meresmikan Bright Olimart Academy di SMK 3 Semarang.

Pada unit bisnis tersebut siswa dapat melayani servis ringan pada sepeda motor dan mobil konsumen.

“Intinya pada di Bright Olimart Academy ini siswa bisa belajar dan mencari pengalaman. Sehingga, saat lulus nanti siswa menjadi lebih tangguh dalam menghadapi dunia kerja dan berwirausaha,” kata Riza.

Hingga saat ini sudah ada sembilan Bright Olimart Academy di Indonesia. PT Pertamina Persero melalui Pertamina Retail memfasilitasi secara fisik tempat dan soft skill secara periodik.

Kepala SMK 3 Semarang, Almiati mengatakan, kerjasama ini merupakan wujud dari program teaching factory sebagaimana dalam pendidikan kejuruan pihaknya melibatkan industri atau dunia usaha untuk meningkatkan kemampuan belajar siswa.

“Ruang lingkup kerja sama ini adalah penyelarasan kurikulum berbasis kompetensi sesuai kebutuhan industri, praktik, dan pengembangan kewirausahaan,” katanya.

Adapun, melalui teaching factory siswa tidak hanya dituntut terampil saja tapi juga menekuni pengembangan usaha.

Sementara itu, Kabid pengembangan SMK Dinas Pendidikan Jateng, Sulistiyo mengatakan, semakin banyak SMK yang mempunyai jejaring industri maka memungkinkan lulusannya diterima di dunia usaha.

“Dan melalui teaching factory ini membantu siswa praktik kerja seperti di dunia usaha,” katanya. (ang)

You might also like

Comments are closed.