Hakim Belum Siap, Sidang Vonis 9 Taruna Akpol Ditunda

METROSEMARANG.COM – Sidang vonis terhadap sembilan taruna Akpol dalam kasus penganiayaan yang menewaskan Brigdatar Muhammad Adam, ditunda. Pembacaan putusan yang diagendakan pada Rabu (15/11), ditunda hingga Jumat (17/11). Alasannya, Majelis Hakim yang dipimpin oleh Cusmaya belum selesai bermusyawarah.

Sidang kasus penganiayaan taruna Akpol di PN Semarang. Foto: metrosemarang.com/dok

Menanggapi penundaan tersebut, pengacara para terdakwa, HD. Djunaedi menyatakan menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Ia berharap dengan penundaan ini, hakim bisa mempersiapkan lebih matang.

“Dengan penundaan ini kami berharap hakim dapat berpikir jernih sehingga membebaskan klien kami,” ungkapnya.

Sementara, menanggapi dakwaan terhadap para tersangka yakni Pasal 170, Djunaedi menilai itu terlalu berat. “Dalam fakta persidangan tidak pernah ada pengeroyokan. Pemukulan yang dilakukan adalah untuk pembinaan. Pengeroyokan itu harus memenuhi beberapa unsur, termasuk tempat. Ini kan Akpol, yang tidak semua orang bisa masuk. Harus dibedakan antara pembinaan dan pengeroyokan,” ujar Djunaedi.

Selain itu, lanjut Djunaedi, antara korban dan terdakwa sudah tidak ada masalah dan saling memaafkan. “Ibaratnya ini kan crime without victim, jadi tidak ada yang namanya pengeroyokan. Jika masuk pidana, ini kategori tipiring, Pasal 351,” kata Djunaedi.

Dalam sidang sebelumnya, para terdakwa, yakni Joshua Evan Dwitya Pabisa, Reza Ananta Pribadi, Indra Zulkifli Pratama Ruray, Praja Dwi Sutrisno, Aditia Khaimara Urfan, Chikitha Alviano Eka Wardoyo, Rion Kurnianto, Erik Aprilyanto, dan Hery Avianto dituntut hukuman selama 1,5 tahun.

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Panji Sudrajat, Sateno, Yohanes Suyatno, Nur Indah, dan Setyono terdakwa terbukti melanggar Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan. (fen)

You might also like

Comments are closed.