Hakim PN Kendal Menangkan Warga Terdampak Tol Semarang-Batang

METROSEMARANG.COM – Pengadilan Negeri (PN) Kendal membatalkan nilai ganti rugi yang diajukan tim pengadaan tanah untuk proyek jalan tol Semarang-Batang yang berada di wilayah Desa Wungurejo dan Tejorejo, Kecamatan Ringinarum, Kendal. Berdasarkan putusan tersebut, nilai ganti rugi tanah di kedua desa juga mengalami kenaikan.

Putusan ini dibacakan hakim ketua Jeni Nugraha, dalam lanjutan sidang gugatan warga Desa Wungurejo dan Tejorejo Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal terkait ganti rugi atas tanah yang akan dijadikan proyek jalan tol Semarang-Batang, Kamis (17/3).

Foto: metrojateng.com
Foto: metrojateng.com

“Untuk tanah di Desa Wungurejo, jalan kelas satu yang dekat dengan jalan raya bernilai Rp 350 ribu permeter. Sedangkan tanah yang berada di kelas 2 atau agak jauh dari jalan bernilai Rp 320 ribu permeter perseginya,” kata Jeni Nugraha.

Sementara untuk tanah yang berada di Desa Tejorejo, hakim memutuskan untuk jalan kelas satu bernilai Rp 330 ribu dan kelas 2 bernilai Rp 320 ribu permeter persegi. Harga ini lebih tinggi dari penawaran tim pengadaan tanah yang hanya memberi nilai tanah di dua desa tersebut senilai Rp 220 ribu permeter perseginya.

Warga dua desa tersebut menerima putusan majelis hakim yang dinilai berpihak pada rakyat kecil. Di Desa Tejorejo sendiri  ada 28 bidang yang diajukan permohonan keberatan ke PN Kendal dengan luas seluruhnya  mencapai 20 ribu meter persegi.

“Meski nilai yang diputuskan jauh dari permintaan kami, setidaknya hakim sudah memutuskan yang terbaik dan berpihak kepada rakyat. Kami siap untuk menyerahkan kepada pemerintah dan dibangun jalan tol,” kata perwakilan warga Tejorejo, Sukis didampingi kuasa hukum warga Ari Widiyanto dan Anung Adithia.

Perwakilan Desa Wungurejo, Samsudin menuturkan, dengan dikabulkannya permohonan keberatan ini menjadi bukti kebenaran akan menang. Ditambahkan Samsudin, sebanyak 59 bidang tanah di Desa Wungurejo dengan luasan 104 ribu meter persegi inilah yang diajukan ke PN untuk ditinjau ulang.

“Hasil ini menjadi dasar pembatalan harga yang ditetapkan dan memutuskan harga tanah yang seusai dengan kewajaran,” kata Samsudin. (metrojateng.com/MJ-01)

 

 

You might also like

Comments are closed.