Hal-hal yang Terjadi Saat Kemarau Memanjang

Salat Minta Hujan dan Lagi-Lagi Kebakaran

Saluran irigasi tidak lagi menyuplai air sejak dua bulan lalu. Para petanipun beralih menanam tanaman yang tak banyak membutuhkan air.

MUSIM kemarau belum benar-benar berakhir. Sejumlah hal terjadi akibat kemarau yang berkepanjangan itu. Gunung Merbabu terbakar, setelah sebelumnya Gunung Sumbing dan Sindoro terpangang api selama hampir sepekan. Kebakaran Gunung Merbabu yang terjadi pada Minggu, 14 Oktober 2018.

Titik api mulai terlihat di sisi barat, sekitra pukul 16.30. Pemadaman mengalami kesulitan lantaran kobaran api yang sangat besar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Semarang meminta bantuan helikopter water bombing kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kebakaran tersebut padam dalam tiga hari setelahnya.

Kesulitan dalam mendapatkan air pada kemarau panjang ini menjadikan para petani di Tegal, Jawa Tengah menyedot air dari sumur bor menggunakan mesin pompa untuk mengairi lahan. Saluran irigasi tidak lagi menyuplai air sejak dua bulan lalu. Para petanipun beralih menanam tanaman yang tak banyak membutuhkan air.

Rawapening
Rawapening yang kedalamannya telah berkurang. (foto: metrojateng.com)

Kemarau panjang tahun ini juga “mengeringkan” Rawapening di Ambarawa. Rawa yang pada tahun 1990-an itu memiliki kedalaman hingga 15 meter, kini tinggal sekitar 3 meter saja. Warga setempat memanfaatkan penyusutan air Rawapening tersebut. Mereka menjadikannya sawah.

Di Semarang, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Moedal mengalami kekurangan air baku. Akibatnya, distribusi air ke rumah-rumah pelanggan air PDAM menjadi terganggu. Sampai-sampai, pada Senin, 15 Oktober 2018, para pegawai PDAM Tirta Moedal menggelar salat istisqa bersama-sama untuk meminta hujan.

kemarau panjang
Pegawai PDAM bersama-sama melakukan salat istisqa di halaman kantor. (foto: metrojateng.com)

Disamping itu, ada langkah yang ditempuh PDAM untuk tetap menjaga distribusi dari sumber air baku yang menipis, tetap merata. Yakni dengan menggilir aliran air untuk sejumlah wilayah di Kota Semarang. Kondisi ini dianggap mengkhawatirkan. Mengingat tahun depan 80-90 persen penduduk Kota Semarang ditargetkan dapat dijangkau layanan PDAM. PDAM dinilai harus segera memiliki instalasi baru untuk mencapai target tersebut. (*)

You might also like

Comments are closed.