‘Happy Anniversary’ dari Penghuni Pinggir Kali

METROSEMARANG.COM – Kemeriahan rangkaian acara peringatan hari jadi ke-470 Kota Semarang ternyata  belum bisa dinikmati semua warga. Di bantaran sungai di Kampung Seroja, Karang Kidul, Semarang Tengah masih ada warga yang masih bersusah payah walau hanya untuk bertahan hidup.

Perkampungan di Jalan Seroja Semarang Tengah. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Khayatun salah satunya, yang tinggal di sebuah Rumah berukuran kurang lebih 3×3 meter sejak 21 tahun lalu. Dibantu anaknya, ia bekerja sebagai seorang penjual minuman dan aneka makanan ringan.

Banyak harapannya kepada pemerintah di HUT Kota Semarang ini. “Saya berharap permukiman di sini tidak digusur, soalnya sering ada kabar seperti itu,” ujar Khayatun, Selasa (2/3).

Khayatun mengaktu tempatnya tinggal merupakan perkampungan liar karena tak ada sertifikat dan landasan hukum lain yang dimilikinya. Selain itu, tanah tempat rumahnya berdiri di bantaran sungai, di antara gedung-gedung tinggi menjulang.

Isu penggusuran selalu menghantui Khayatun dan warga lainnya. Beberapa kali ia mendapatkan kabar bahwa akan adanya penggusuran meski hingga kini hal itu tidak terjadi. Selain itu, meski dilanda keresahan, ia yakin pemerintah akan berpihak kepada masyarakat kecil. “Kami juga selalu terlibat dalam kegiatan pemerintah, bahkan rutin turut dalam kerja bakti yang diadakan kelurahan,” tambahnya.

Diakuinya, komunikasi dengan pemerintah terjalin dengan sangat baik. Bahkan, jika ada warga yang akan membangun pun selalu izin ke kelurahan. “Waktu saya bangun jembatan kayu pun ngomong ke kelurahan agar tidak dibongkar,” kata Khayatun.

Sebelumnya, ada pembangunan satu jembatan permanen namun karena letaknya terlalu jauh akhirnya warga membangun jembatan sendiri untuk akses menyeberang ke rumah masing-masing. (fen)

You might also like

Comments are closed.