Hapus Full Day School, Disdik: Tergantung Sekolah

METROSEMARANG.COM – Dinas Pendidikan Kota Semarang mengakui adanya desakan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang untuk menghentikan program full day school atau sekolah 5 hari seminggu. Dan mengembalikannya menjadi 6 hari sekolah lagi.

Ilustrasi. Rencana pelaksanaan full day school masih menimbulkan pro dan kontra. Foto: dok

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Bunyamin mengatakan, sesuai dengan Peraturan Presiden No 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, sekolah dibebaskan menerapkan sekolah 6 hari (6 jam per hari) atau 5 hari (8 jam per hari) seminggu.

”Sesuai dengan Perpres 87/2017 adalah bisa 6 hari atau 5 hari sekolah sesuai kemampuan sekolah masing-masing,” kata Bunyamin, Senin (6/11).

Sehingga terkait permintaan sekolah kembali 6 hari seminggu, dia mempersilakan kepada masing-masing sekolah untuk mengkaji dan mengambil keputusan. Melalui musyawarah bersama dengan murid, orang tua murid, dan juga komite sekolah. ”Keputusannya dikembalikan ke sekolah masing-masing,” tegasnya.

Sebelumnya, kalangan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang menyatakan menolak penerapan full day school. Serta meminta Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk mengembalikan penerapan sekolah 6 hari seminggu dan 6 jam sehari.

Sebab berdasarkan evaluasi, penerapan fullday school yang dilaksanakan dengan alasan untuk menambah jam pendidikan karakter di sekolah, dinilai justru telah mematikan kegiatan pendidikan karakter dan keagamaan yang dikelola masyarakat pada waktu sore hari sepulang sekolah, seperti madrasah dan taman pendidikan Alquran. (duh)

You might also like

Comments are closed.