Harapan Baru di Pundak Alberto Annese

METROSEMARANG.COM – Vincenzo Alberto Annese sudah menorehkan sejarah baru bersama PSIS. Kini sentuhan allenatore asal Italia itu diharapkan mampu menghadirkan prestasi buat Tim Kota Lunpia.

Alberto Annese membawa semangat baru di skuad PSIS

“Pemain saya harus siap mati di lapangan”. Itulah ucapan yang terlontar dari mulut Alberto Annese saat pertama kali diperkenalkan sebagai pelatih PSIS, Jumat (23/3).

Cukup jelas apa yang diinginkan Annese terhadap anak buahnya. Bagi Italiano berusia 33 tersebut, tim adalah segalanya dan pemain harus bertanggung jawab untuk memberikan yang terbaik.

Ucapan Annese sudah langsung dia buktikan saat memimpin latihan perdana bersama tim barunya, Selasa (27/3). Dia sangat detail membenahi kekurangan timnya. Bukan saja soal taktikal, posisi badan pemain saat mengontrol bola juga tak luput dari perhatiannya.

Mantan penggawa Timnas Italia U-17 itu juga mencoba menularkan antusiasme kepada pemainnya. “Kerja keras dan kerja keras. Saya mau pemain berlari lebih banyak dari tim lainnya,” kata dia.

Sesuai janjinya, dia bakal mengubah gaya main PSIS. Salah satunya adalah pressing game, di mana Annese pemainnya tidak malas mengejar bola dan menekan lawan di setiap penjuru lapangan.

Annese pun menuntut totalitas pemain. Baginya semua pemain punya strata yang sama. Siapa saja yang bermain setengah hati, siap-siap saja menepi. “Tidak ada pemain besar (bintang) atau pemain kecil. Ini adalah Tim PSIS,” tandasnya.

Dia menyadari PSIS bukanlah tim glamour yang bertabur bintang. “Bermainlah demi klub, keluarga dan suporter,” beber Annese saat berbicara di hadapan Wali Kota Hendrar Prihadi, Selasa (27/3) malam.

Dengan pembawaannya yang humble, eks pembesut Ahli Al-Khaleel ini memang sosok yang mudah untuk dicintai. Tapi ketika di dalam lapangan dia langsung berubah menjadi sangat serius dan terkadang juga meledak-ledak, mirip-mirip dengan Juergen Klopp-nya Liverpool.

Kapten tim Haudi Abdillah mengakui bahwa kedatangan Annese memberi suasana baru. Meski harus butuh adaptasi, dia dan koleganya sangat menikmati metode latihan yang diterapkan pelatih.

“Memang berat di awal, tapi saya percaya ini akan bagus buat tim. Kami memang harus kerja keras agar bisa bersaing di Liga 1,” tegasnya.

Alberto Annese sudah menorehkan sejarah sebagai pelatih termuda di Liga 1. Dia juga menjadi pelatih asing pertama yang pernah membesut PSIS.

Alberto Annese ditunjuk menggantikan Subangkit setelah hasil yang kurang meyakinkan selama pramusim. Dia diharapkan mampu membawa PSIS finish 10 besar di Liga 1 musim ini.

Sayang, debutnya bersama Mahesa Jenar harus berujung dengan kekalahan dari PSM. Tapi hal itu masih bisa dimaklumi, mengingat saat itu dirinya baru dua hari bergabung dan belum pernah menggelar latihan bersama.

Sentuhan baru akan terlihat saat PSIS menjamu Bali United, akhir pekan ini. “Bali United tim bagus, mereka ada di papan atas. Tapi, saya percaya dengan para pemain dan mereka akan memberi yang terbaik untuk tim,” tegas Annese. (twy)

 

 

 

You might also like

Comments are closed.