Harga Bawang Putih Masih Tinggi Meski Sudah Digelar Pasar Murah

METROSEMARANG.COM – Harga bawang putih di Relokasi Pasar Johar Kota Semarang masih cukup tinggi meskipun minggu lalu sudah ada operasi pasar murah. Pedagang masih menjual jenis komoditi palawija itu seharga Rp 57.000 per kilogram, lebih tinggi daripada harga standar hanya Rp 30.000 per kilogram.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Staf Menteri Perdagangan Eva Yuliana melakukan pantauan di Relokasi Pasar Johar, Minggu (3/6). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh 

”Bawang putih dijual Rp 57.000 karena stok barangnya kosong. Bawang putih dibeli dari Solo sudah seharga Rp 53.000. Sehingga tidak mungkin kalau menjualnya sesuai standar yang hanya Rp 30.000 per kilogram,” kata salah seorang pedagang Relokasi Pasar Johar, Narti, saat ada tinjauan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Staf Menteri Perdagangan Eva Yuliana di pasar, Minggu (4/6).

Menurut Narti, harga bawang putih saat ini sudah naik dari pertengahan Mei lalu hanya Rp 40.000 per kilogram. Mendekati Lebaran nanti diperkirakan akan meningkat lagi sampai seharga Rp 65.000 per kilogram. Karena stok kosong sedangkan permintaan biasanya justeru akan lebih meningkat.

”Kecuali kalau ada subsidi dari pemerintah mungkin harga bawang putih tidak akan terlalu tinggi naiknya,” katanya.

Sedangkan operasi pasar murah bawang putih yang digelar Kementerian Perdagangan di Relokasi Pasar Johar, dinilai tidak laku. Sebab kualitasnya tidak bagus, terasa basah sehingga akan cepat menjadi busuk. Karena itu stok bawang putih tetap kosong dan harga pun masih tetap tinggi.

Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi mengakui, harga bawang putih masih cukup tinggi meskipun sudah dilakukan operasi pasar murah beberapa hari lalu selama dua hari. Dalam operasi pasar murah dari 29 ton bawang putih yang disediakan hanya terjual 11 ton.

Pihaknya menyerahkan keluhan pedagang soal kualitas bawang putih dalam pasar murah yang tidak bagus kepada Kementerian Perdagangan. Namun pihaknya berharap, pedagang tidak menaikkan harga barang kebutuhan pokok terlalu tinggi, normalnya cukup naik Rp 1.000 sampai Rp 2.000.

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Peningkatan Sarana Perdagangan, Eva Yuliana mengatakan, kementerian akan mengumpulkan semua importir bawang putih di seluruh Indonesia untuk menindaklanjuti temuan kualitas yang tidak bagus ini.

”Bawang putih kita memang masih impor, tapi saya yakin dalam 29 ton itu tidak semuanya basah,” pungkasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.