Harga Beras Mahal, Pemilik Warung Makan Terpaksa Kurangi Porsi Nasi

Kenaikan harga beras membuat pemilik warung makan serba salah. Pengecer pun tak berani menyetok dalam jumlah banyak. Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha
Kenaikan harga beras membuat pemilik warung makan serba salah. Pengecer pun tak berani menyetok dalam jumlah banyak. Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha

SEMARANG – Harga beras diperkirakan belum mau turun hingga beberapa hari ke depan. Kondisi ini memaksa pemilik rumah makan harus memutar otak agar tidak merugi. Pengecer pun tak berani menyetok beras dalam jumlah banyak.

Salah seorang pemilik warung makan, Listiani (45) warga Karonseh Selatan, Ngaliyan mengeluhkan melambungnya harga beras. Ia mengaku, kenaikan harga beras saat ini membuatnya serba bingung karena harus menyeimbangkan antara harga beras dengan nasi jualannya.

“Harga nasi masih sama, paling saya kurangi sedikit porsinya. Kalau saya naikkan, takutnya pelanggan malah kabur. Padahal harga beras naik terus,” keluhnya, saat ditemui metrosemarang.com, Jumat (27/2).

Pedagang beras eceran, Ali Azhar (35) warga Bringin Lestari, Wonosari, Ngaliyan juga punya keluhan serupa. Ia mengatakan, akibat kenaikan harga beras yang terus menurus membuatnya harus berhenti belanja sementara waktu hingga harga kembali normal. “Daripada sudah nyetok banyak tiba-tiba harga turun kan bisa rugi,” terangnya.

Padahal, harga beras diperkirakan akan kembali naik Rp 200 sampai Rp 500 per kilo pada Sabtu (28/2) besok. Hal itu diungkapkan oleh Miswati (44), grosir dan pedagang eceran beras.

Menurut dia, setelah melakukan pemesanan dengan beberapa pemasok beras langganannya semua memberi rambu-rambu bahwa harga beras akan kembali naik. “Katanya besok beras naik lagi Rp 200-Rp 500,” ujarnya saat ditemui di kiosnya Jalan Wismasari No 11 Ngaliyan.

Dia menambahkan, sementara ini stok berasnya rata-rata seharga Rp 10.000-Rp 13.000 per kilo, yakni beras C4 premium Rp 12.000, C4 biasa Rp 11.000, Mentik Rp 12.500, Bramo Rp 12.000, dan Pandan Wangi Rp 13.000.

Melihat kondisi tersebut, penyesuaian harga pun bakal ia lakukan bila kabar kenaikan tersebut benar-benar terjadi. “Jelas saya sesuaikan harganya meskipun dua pekan ini pembeli banyak yang kaget,” tambahnya. (ans)

 

 

You might also like

Comments are closed.