Harga Tiket Kereta Api Naik Mulai April 2015

Ilustrasi Foto Metrosemarang/dok PT KAI
Ilustrasi
Foto Metrosemarang/dok PT KAI

SEMARANG – Selain memberlakukan aturan perubahan jadwal Kereta Api (KA), PT Kereta Api Indonesia (KAI) juga memberlakukan aturan kenaikan tarif transportasi KA mulai 1 April 2015 mendatang. Kenaikan tarif ini juga mempengaruhi harga tiket KA kelas ekonomi yang telah disubdisi pemerintah atau mendapatkan (PSO).

Manager Humas PT KAI Daop IV Semarang, Suprapto mengatakan, jika kenaikan harga tiket dilandaskan pada dasar hukum kenaikan ini adalah aturan Kementerian Perhubungan, yakni perubahan Permenhub momor: PM 5 tahun 2014 menjadi PM 17 tahun 2015.

Dengan rata-rata kenaikan antara 30 persen hingga 60 persen. “ Kenaikan harga toket paling bnayak pada kereta jarak jauh, hal ini dikeranakan KA tersebut jarang digunakan masyarakat,” katanya, Jumat (6/3).

Menurutnya, pertimbangan Pemerintah memberalakukan tarif baru tersebut dikarenakan beberapa pertimbangan diantaranya kenaikan bahan bakar (BBM) bersubsidi, perubahan Pedoman Perhitungan Tarif dari PM 28 tahun 2012 menjadi PM 69 tahun 2014, perubahan margin dalam perhitungan BOP (Biaya Operasi) KA Ekonomi dari semula 8 % menjadi 10 % dan kurs dolar terhadap rupiah.

“Untuk wilayah Daop IV Semarang ada 5 KA yang melami kenaikan tarif, diantaranya adalah KA Tawang Jaya, KA Kalijga, KA Tegal Arum, KA Brantas, dan KA Matarmaja. Kenaikan ini disebabkan oleh inflasi, kenaikan tarif dasar listrik (TDL) dan harga bahan bakar minyak (BBM),” beber dia.

Naiknya subisidi dari pemerintah lebih condong kepada Commuter Line Jabodetabek mendapat porsi subsidi paling besar. Hal ini dikarenakan kereta tersebut banyak digunakan masayrakat untuk berpergian setiap harinya.

“Subsidi diberikan dengan tujuan untuk menjaga tarif sehingga dapat menarik masyarakat di Jabodetabek untuk lebih memilih menggunakan moda transportasi KA sehingga mengurangi kemacetan di wilayah Jabodetabek,“ ujarnya. (ade)

You might also like

Comments are closed.