Hari Bahasa Ibu, Karang Taruna Ngemplak Simongan Tampilkan Atraksi Bahasa Jawa

METROSEMARANG.COM – Guna menyemarakkan peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional yang jatuh pada 21 Februari besok, Karang Taruna RW 03, Kampung Jatiwayang, Kelurahan Ngemplak Simongan menggelar kegiatan bertajuk ‘Basa Ibu Ora Wagu’. Dalam helatan tersebut, para remaja bermaksud mengajak segenap masyarakat menggunakan bahasa daerah.

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Ketua Karang Taruna RW 03, Afik Dian Christanto, mengatakan pihaknya ingin supaya anak-anak bisa mendapat pertunjukkan yang khas berbahasa jawa. Bagi dia, pertunjukkan yang menggunakan bahasa daerah dapat merangsang anak-anak supaya mengenal kembali bahasa daerah.

“Jadi, bisa sebuah tontonan itu juga menjadi tuntunan. Dengan demikian, anak-anak dikenalkan lagi bahasa atau budaya jawa lewat pertunjukkan yang menarik bagi anak-anak,” ujarnya, Selasa (20/2).

Budayawan di Kota Semarang, Widyo ‘Babahe’ Leksono mengungkapkan kegembiraannya bisa menyaksikkan proses karang taruna yang sedemikian hebat. Bagi dia, greget yang dimiliki oleh remaja dalam menjaga bahasa daerah.

“Apalagi dikemas melalui sebuah acara yang menarik. Ini contoh yang sangat bagus. Saya senang,” tuturnya.

Babahe juga mengatakan kalau perlunya anak-anak diajak mengenalkan budaya. Menurutnya, bahasa ibu memiliki nilai yang sangat kuat di masyarakat. Melalui bahasa ibu, lanjutnya, mengajarkan anak-anak untuk menerapkan sikap saling menghormati.

“Saling menghormati itu kan, budaya kita. Ewuh pekewuh, tepo seliro, empan papan, itu kan budaya yang telah melekat sejak lama. Ada baiknya, dan harus diterapkan, dilakukan,” imbuhnya.

Dalam helatan tersebut, beberapa kelompok turut meramaikan. Pertunjukan itu dimulai oleh lagu bocah oleh anak-anak kampung Jatiwayang. Kemudian dilanjutkan oleh, dengan pertunjukkan, Syiiran oleh Goenoeng, Wayanggaga, dan Wayang Dongeng. (far)

You might also like

Comments are closed.