Hari Disabilitas, DT Peduli Jateng Launching Program Berdayakan Kaum Difabel

SEMARANG – Peringati Hari Disabilitas Internasional, Darut Tauhid (DT) Peduli Jateng launching program Indonesia Peduli Difabel salah satunya berupa pemberdayaan ekonomi untuk para penyandang disabilitas di Desa Rowosari, Tembalang, Kamis (4/12/2020). 

Acara yang tepatnya berlokasi di Jl. Krajan 1 Rt.02/Rw.04 Kel. Rowosari itu dihadiri oleh sejumlah anggota kelompok disabilitas serta  diresmikan oleh tokoh masyarakat setempat. Untuk hari Kamis yang bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional sendiri, kemarin dilakukan launching untuk program pengolahan abon lele. 

Nur Patoni, S.H selaku Sekretaris Kecamatan Tembalang yang mewakili pihak pemerintah mengungkapkan rasa terimakasihnya dengan adanya program tersebut. Pihaknya berharap, ke depan komunitas-komunitas difabel yang sudah mendapatkan pelatihan dapat berkembang dan mengajarkan ilmunya bagi komunitas difabel yang lain.

Program pemberdayaan ekonomi yang bekerjasama dengan Yayasan Disabilitas Tangguh tersebut mencakup empat program. Yaitu budidaya (ternak) lele, pengolahan hasil panen menjadi abon lele, menjahit dan budidaya maggot. 

Program tersebut merupakan bagian dari sejumlah program prioritas DT Peduli untuk berdayakan kaum difabel. Program yang sebenarnya sudah berlangsung sejak pertengahan tahun 2020 ini disambut antusias oleh masyarakat setempat.

DT Peduli sendiri juga menggandeng Fakultas Perikanan Undip sebagai pihak yang juga ikut serta membantu dalam hal keilmuan ternak lele. Awalnya dimulai dengan  pembuatan kolam dan pengadaan benih sebanyak 3.000 bibit lele. 

Hasilnya, program yang sudah terlaksana sejak Mei itu sudah menghasilkan panen lele kurang lebih 116 kg.  Dengan anggota kelompok terdiri dari tuna daksa dan tuna netra, hasil tersebut sudah dibilang cukup baik dan berhasil. Kemudian untuk hasil panen sendiri saat ini sebagian besar dijual kepada warga perorangan. 

Ketua Yayasan Disabilitas Tangguh, Imran mengungkapkan bahwa keiinginannya sederhana dengan adanya program ini yaitu ingin membahagiakan orang banyak. 

“Cita-cita saya ingin membahagiakan banyak orang. Karena saya manusia makanya saya ingin bahagiakan orang lain”, terang Imran di sela-sela acara.  

Selain itu, untuk menghasilkan produk dengan nilai tambah lebih, dilakukan pula kerjasama dengan home industri pengolahan ikan yang berlokasi tidak jauh dari tempat pemberdayaan. Harapannya agar bisa menembus pasar yang lebih luas dengan aneka hasil olahan ternak lele. 

Ahmad Hasanudin selaku Pimpinan DT Peduli Jateng menerangkan bahwa program ini diadakan sebagai upaya mendorong agar para penyandang disabillitas berdaya secara ekonomi. Serta bagian dari amanah para donator yang telah mempercayakan zakat, infak dan sedekah kepada lembaga. 

“Program pemberdayaan ekonomi kaum disabilitas ini merupakan bagian dari upaya memberdayakan kaum difabel secara ekonomi. Serta sebagai bentuk amanah lembaga dalam mengelola dana zakat, infak dan sedekah dari para donator” jelas Ahmad. (eff)

Comments are closed.