Hari Guru, Mahasiswa Undip Gelar ‘Sejuta Senyum untuk Guru’ di SMA 2 Semarang

Perwakilan guru dan siswa SMAN 2 Semarang menerbangkan puluhan balon ke udara, Rabu (25/11). Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Perwakilan guru dan siswa SMAN 2 Semarang menerbangkan puluhan balon ke udara, Rabu (25/11). Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

 

METROSEMARANG.COM – Memeringati Hari Guru yang jatuh pada 25 November, Himpunan Mahasiswa Komunikasi Universitas Diponegoro bekerja sama dengan Telkomsel Loop menggelar panggung acara Sejuta Senyum untuk Guru, Rabu (25/11).

Event yang digelar di Aula SMA Negeri 2 Semarang tersebut berisi sejumlah agenda menarik. Di antaranya, creative class yang berisikan motivasi dari sejumlah pembicara, paduan suara tribute to teachers dan penerbangan 40 balon sebagai tanda terlepasnya harapan para siswa dan guru.

Sejumlah guru yang menghadiri acara tersebut terlihat terharu dan berkaca-kaca terlebih saat beberapa siswa memberikan bunga mawar kepada sejumlah perwakilan guru.

Acara tersebut merupakan puncak rangkaian acara yang sudah dimulai sejak dua minggu yang lalu. SMAN 2 sendiri terpilih menjadi sekolah dengan pengupload foto terbanyak sejuta senyum untuk guru melalui jejaring sosial Instagram.

“Melalui sejuta senyum untuk guru, kami ingin memberikan tempat bagi para anak didik untuk mengapresiasi guru. Khususnya bertepatan dengan momen hari guru nasional saat ini,” kata Ketua Panitia Penyelenggara, Victorius Paskah, ditemui di sela-sela acara.

Selain itu, ia berharap dengan adanya acara tersebut, bisa mengajak seluruh pelajar untuk selalu mengingat jasa-jasa yang telah diberikan guru.

Sementara, salah satu guru SMAN 2 Semarang, Prantaningrih mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut. Ia bahkan berharap ke depannya peringatan Hari Guru Nasional bisa diisi dengan kegiatan lebih meriah namun tak lepas dari bentuk apresiasi para guru.

“Ini pertama kali di Sekolah ini. Biasanya hanya diperingati dengan upacara. Diharapkan peringatan ini selain apresiasi bagi para guru juga sebagai pendongkrak motivasi para siswa untuk lebih giat belajar,”  tandas guru Bahasa Indonesia tersebut. (yas)

You might also like

Comments are closed.