Hari Santri, Bakar Bendera dan Kemenangan Semarang

Santri tagih janji. Pembakaran diselidiki polisi

i Kota Semarang, kontribusi para santri dinilai akan memberikan pengaruh yang cukup kuat. Mengingat, kota ini memiliki belasan ribu santri

TAHUN ini, Hari Santri Nasional diperingati untuk kali kedua. Peringatan dihelat di mana-mana. Salah satunya di Lapangan Pancasila Simpanglima Semarang, yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Senin 22 Oktober 2018. Dalam peringatan itu, muncul harapan kepada para santri untuk dapat terlibat dalam memerangi hoaks dan pornografi di dunia maya.

Di antara meriahnya perayaan itu, Ketua DPW PPP Jawa Tengah, Masruhan Syamsurie di tempat terpisah, menagih janji pemerintahan Ganjar-Yasin untuk memberikan perhatian pada pesantren. Salah satunya, dengan memperbesar volume pencairan dana bansos.

Para santri juga diharapkan dapat turut menjaga perdamaian di Indonesia. Karakter kalangan pesantren yang moderat, toleran, dan cinta tanah air, dianggap dapat menekan potensi konflik di tengah keberagaman masyarakat.

Di Kota Semarang, kontribusi para santri dinilai akan memberikan pengaruh yang cukup kuat. Mengingat, kota ini memiliki belasan ribu santri. Di Semarang tercatat kurang lebih 185 pesantren dengan 17.215 santri dan 1.879 kiai dan ustad.

 

Ramai Bakar Bendera

Sayangnya, peringatan Hari Santri Nasional yang hikmat harus dinodai dengan, lagi-lagi, kegaduhan yang menyeret soal agama. Peristiwa pembakaran bendera tauhid milik Hitzbur Tahrir Indonesia oleh oknum Banser NU di Kabupaten Garut, Jawa Barat, memicu reaksi beberapa pihak.

Aliansi Umat Muslim kemarin menggeruduk kantor PCNU di Kota Solo, Selasa 23 Oktober 2018. Hari berikutnya, Forum Umat Islam Semarang (FUIS) menggelar protes pembakaran bendera tauhid itu di Simpanglima, Kota Semarang.

Saat berkunjung ke Pondok Pesantren Al Muayyad, Solo pada Rabu, 24 Oktober 2018, calon Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin mengatakan, agar masyarakat tidak perlu menggelar demonstrasi memprotes pembakaran bendera tersebut. Mantan Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu menyebut, masyarakat hendaknya menunggu penanganan oleh polisi.

Porprov Jateng
Petandingan catur di Porprov Jateng. (foto: metrojateng.com)

Kemenangan Semarang

Pekan ini merupakan pekan kemenangan bagi Kota Semarang. Pada laga melawan Sriwijaya FC di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Selasa 23 Oktober 2018, PSIS Semarang berhasil menaikkan peringkat ke posisi sembilan. PSIS yang sempat terpuruk di zona degradasi, telah menghimpun 36 poin usai laga tersebut.

Lima laga terakhir menjadi rekor tak terkalahkan bagi PSIS. Meski pada laga berikutnya, Minggu 28 Oktober 2018 di Stadion Aji Imbut Tenggarong, PSIS harus merelakan rekornya terputus. Laskar Mahesa Jenar ditaklukkan Mitra Kukar dengan skor 0-2.

Kemenangan lain juga diraih Kota Semarang dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah 2018. Pada helatan yang digelar di Solo itu, Kota Semarang memimpin perolehan medali.

Kontingen dari Kota Semarang berhasil mengumpulkan 309 medali. Rinciannya, 115 emas, 94 perak, dan 100 perunggu. Kemenangan ini mengulang kemenangan dalam gelaran yang sama pada tahun 2013 silam di Banyumas. Selamat untuk Kota Semarang. (*)

Comments are closed.