Hari Tanpa Bayangan, Pedagang Ikan yang Dilarang dan Berkurangnya Pasien BPJS

Suhu Tinggi Mengintai di Puncak Kemarau

Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Semarang memperkirakan rata-rata suhu pada siang hari sepanjang Oktober mencapai 35,9 derajat celcius

FENOMENA siang hari tanpa bayangan menghampiri Kota Semarang pada Kamis, 11 Oktober 2018. Tepatnya pada pukul 11.25 WIB, dalam waktu 5-10 menit. Fenomena ini juga terjadi di beberapa kota lain dengan perbedaan waktu dan jam.

Bayangan diri manusia saat berdiri di bawah matahari, tidak akan tampak. Hal itu akibat posisi matahari yang tegak lurus. Sementara, suhu yang tinggi mewarnai siang hari tanpa bayangan. Suhu pada Kamis siang itu mencapai 36,5 derajat celcius.

keamrau panjang
Penjual air dulang untung di musim kemarau yang panjang. (foto: metrojateng.com)

Musim kemarau memang sedang berada di puncak. Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Semarang memperkirakan rata-rata suhu pada siang hari sepanjang Oktober mencapai 35,9 derajat celcius. Suhu kemudian akan turun pada awal November.

Pada puncak musim kemarau ini, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang dalam posisi siaga dalam mengantisipasi kebakaran. Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu meminta Dinas Kebakaran untuk memeriksa hidran di semua titik yang tersedia. Pemeriksaan juga untuk memastikan hidran berfungsi baik.

 

Pedagang Ikan Hias Dilarang Berjualan

Pada musim kemarau ini bertepatan dengan terus dilakukannya revitalisasi kawasan Kota Lama Semarang. Yang tampak gencar dilakukan adalah memperbaiki drainase di kawasan tersebut, yang selalu bermasalah ketika musim hujan tiba.

Dalam proses itu, kawasan disterilkan dari para pedagang kaki lima. Salah satunya adalah pedagang ikan hias di Jalan Kenari Kawasan Kota Lama. Dinas Perdagangan Kota Semarang melarang mereka berjualan di kawasan Kota Lama. Dinas memindahkan para pedagang itu ke Pusat Ikan Hias Rejomulyo dan Pasar Dargo.

Pedagang dipersilakan memilih tempat dan dijanjikan akan dibangunkan tempat oleh kontraktor. Namun para pedagang tetap meminta diperbolehkan kembali berjualan di Jalan Kenari setelah perbaikan drainase selesai. Para pedagang mendatangi DPRD Kota Semarang berkaitan denga hal itu.

 

Rujukan Online Turunkan Jumlah Pasien

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) telah menerapkan sistem rujuan berjenjang secara online. Sistem itu diharapkan dapat mengurai akumulasi pasien yang menumpuk di rumah sakit tipe tertentu. Sistem ini juga ditujukan untuk memudahkan pasien mendapatkan layanan rumah sakit yang ideal.

Dalam penerapannya, sistem ini menurunkan jumlah pasien di rumah sakit tipe B. Berkurangnya pasien itu mencapai 3-4 persen. Di sisi lain, sistem itu masih perlu pembenahan. Perjanjian Health Facility Intern System (HFIS) diteken untuk mengatur penanganan penyakit yang diderita pasien.

 

Namun Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Semarang menilai rujukan berjenjang secara online itu tidak fleksibel. Sebab, masyarakat yang menjadi peserta BPJS belum mengerti seluruhnya. Sementara, rekomendasi untuk menentukan rumah sakit rujukan itu merupakan hak dokter.

Menurut IDI, kesehatan pasien harus diutamakan. Rujukan sedianya didasarkan pada letak geografis. Posisi pasien dengan letak rumah sakit harus menjadi pertimbangan. (*)

 

 

You might also like

Comments are closed.