Hari Terakhir Pembayaran PBB, Realisasi Baru 74 Persen

Setda Adi Tri Hananto membayar PBB di Balai Kota Semarang, Mei 2015 silam. Hingga batas akhir pembayaran pada Senin (31/8), realisasinya baru mencapai 74 persen. Foto: metrosemarang.com/dok
Setda Adi Tri Hananto membayar PBB di Balai Kota Semarang, Mei 2015 silam. Hingga batas akhir pembayaran pada Senin (31/8), realisasinya baru mencapai 74 persen. Foto: metrosemarang.com/dok

SEMARANG – Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Semarang ragu-ragu mampu merealisasikan target penarikan Pajak Bumi dan Bangunan (PPB) pada 2015 sebesar Rp 215 miliar. Hal ini tak lepas dari kondisi perekonomian nasional yang memburuk sehingga berimbas pada kenaikan harga komoditas yang menyentuh masyarakat.

Staf Penetapan PBB, DPKAD Kota Semarang, Arif Hariyanto mengatakan, hingga batas akhir penutupan pembayaran PBB yang jatuh pada Senin (31/8) hari ini, realisasi pembayaran PBB baru mencapai 74 persen. Jumlah itu setara dengan Rp 165 miliar dari target akhir tahun mencapai Rp 215 miliar.

“Padahal pembayarannya paling lambat hari ini, tapi realisasi penarikan pajaknya baru 74 persen,” kata Arif, kepada metrosemarang.com.

Karena itulah, Arif mengimbau kepada Wajib Pajak (WP) untuk membayar PBB tepat waktu. Ia mengaku tak bisa memaksa warga Semarang untuk membayar PBB dengan berbagai faktor. “Kami hanya bisa menyosialisasikan kepada mereka untuk membayar PBB tepat waktu. Apalagi kami tidak ada pemaksaan untuk mereka (harus membayar PBB),” imbuhnya.

Kendati demikian, ia meragukan penarikan PBB bisa sesuai target yang ditetapkan Pemkot Semarang. Salah satu alasannya adalah kinerja pada Triwulan IV ini agak meragukan. Sebab, ada banyak kenaikan harga kebutuhan pokok dan itu tidak pernah stabil lagi setelah ekonomi nasional kita memburuk.

Untuk merangsang warga Semarang membayar PBB tepat waktu, ia mengungkapkan telah menebar berbagai program hadiah menarik. Di tahun ini, DPKAD Semarang akan memberikan hadiah berupa satu unit mobil New Avanza, sepeda motor dan barang-barang elektronik bagi WP yang membayar PBB sebelum jatuh tempo.

“Setelah jatuh tempo tidak dapat hadiah. Ini kami lakukan untuk meningkatkan kesadaran mereka,” tandasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.