Hasil Buruk di Laga Perdana Piala Presiden 2019

Claudir Marini Belum Dongkrak Tim

Namun kehadiran Marini bersama tiga wajah baru lain, belum bisa mendongkrak permainan PSIS. Padahal, Piala Presiden ini adalah kesempatan Marini untuk unjuk gigi

PSIS Semarang menuai hasil buruk di laga perdana Piala Presiden 2019. Mahesa Jenar dibungkam Persipura Jayapura 1-3 di Stadion Moch Soebroto Magelang, Rabu, 6 Maret 2019 malam.

PSIS menjalani start yang kurang mulus saat meladeni Persipura Jayapura. Meski bermain di depan pendukung sendiri, gawang Mahesa Jenar yang dikawal Jandia Eka Putra justru kebobolan dua gol di babak pertama.

Susunan Pemain
PSIS 4-2-3-1:
Jandia Eka Putra–Safrudin Tahar, Wallace Costa, Rio Saputro, Fauzan Jamal; Arthur Bonai, M Yunus; Septian David Maulana, Ibrahim Conteh, Hari Nur Yulianto; Claudir Marini Jr

Persipura 4-3-3: Panggih Priyo Sembodo–Yustinus Pae, Andre dos Santos, Yohanis Tjoe, Valentino Telaubun; Emanuel Wanggai, M Tahir, Oh Inkyun; Titus Bonai, Boaz Solossa, Wallacer de Medeiros

 

Titus Bonai membuka keunggulan Mutiara Hitam di menit ke-10. Permainan bergulir dan Gawang Jandia justru kebobolan untuk kali kedua di menit 45. Kemudian, Boaz Solossa semakin menjauhkan Persipura di menit 76.

Sepakan kapten Persipura itu menaklukkan Jandia untuk ketiga kali. Usaha Hari Nur Yulianto dkk untuk menambah gol gagal berbuah hasil hingga akhir laga. Kekalahan ini menempatkan PSIS di posisi juru kunci Grup C.

 

Harapan Wajah Baru

Claudir Marini Jr sempat menghidupkan asa tuan rumah saat babak kedua berumur lima menit. Striker anyar Mahesa Jenar itu menjebol gawang Panggih Priyo lewat tendangan keras dari luar kotak penalti.

Namun kehadiran Marini bersama tiga wajah baru lain, belum bisa mendongkrak permainan PSIS. Padahal, Piala Presiden ini adalah kesempatan Marini untuk unjuk gigi. Dalam Piala Presiden kali ini, dia dan kompatriotnya asal Brasil, Wallace Costa menjalani debut bersama untuk Mahesa Jenar.

psis semarang
Claudir Marini Junior diikat PSIS selama semusim. Foto: metrojateng.com/Tri Wuryono

Namun sepertinya, penampilan perdana Marini dan Costa belum membawa kemenangan bagi PSIS di Piala Presiden. Kehadiran keduanya, ditambah dengan hadirnya Fauzan Jamal, dan Arthur Bonai, belum bisa memberi ancaman kepada lawan, hingga turun minum.

Sebelumnya, Claudir Marini Jr digadang-dagang bisa membantu PSIS Semarang lolos dari fase grup. Senin, 4 Maret 2019, pemain eks Padideh FC tersebut resmi teken kontrak dan menjadi bagian skuad Mahesa Jenar selama semusim ke depan.

Ekspektasi tinggi disematkan pada Marini. Dia diharap bisa menyamai atau bahkan melebihi pencapaian penyerang PSIS musim kemarin, Bruno Silva. Striker yang kini berkarir bersama Al Ain Arab Saudi itu sukses mengemas 16 gol dan 9 assist di Liga 1 2018.

Tapi sepertinya CEO PSIS Yoyok Sukawi tak ingin striker barunya terbebani dengan ekspektasi berlebihan. “Marini tipikal striker pekerja keras. Tak ada target berapa gol yang harus dia buat, yang penting PSIS menang,” katanya sebelum laga.

 

Adu Racikan Pelatih Payakumbuh dengan Pelatih Asing

Pada pertandingan pertama, Kalteng Putra di luar dugaan mampu mengalahkan PSM Makassar dengan skor 1-0 lewat gol yang dicetak Antony Putro di babak kedua. Kalteng Putra berada di posisi runner up di bawah Persipura dan sama-sama mengemas tiga poin.

“Pertandingan pertama akan selalu berat. PSIS sudah cukup tahu kekuatan Persipura karena musim kemarin juga sudah beberapa kali bertemu,” kata pelatih PSIS, Jafri Sastra sebelum laga.

Pada Piala Presiden 2018, langkah Mahesa Jenar harus terhenti di fase grup. Saat itu tim Kota Lunpia hanya mengumpulkan poin tiga, hasil menang atas Persela Lamongan di partai pamungkas.

Kali ini, Jafri Sastra diberi target meloloskan PSIS Semarang dari fase grup Piala Presiden 2019. Juru taktik asal Payakumbuh itu bersaing dengan tiga pelatih asing yang menjadi nahkoda tim kontestan di Grup C. Di grup ini bercokol runner up Liga 1 2018 PSM Makassar, Persipura Jayapura, Kalteng Putra dan PSIS sebagai tuan rumah.

Kecuali PSIS, tiga tim lainnya datang dengan pelatih anyar. PSM bersama Darije Kalezic (Bosnia), Persipura yang kali ini ditangani Luciano Leandro (Brasil) dan Mario Gomes de Olivera (Brasil) yang memimpin Kalteng Putra.

Darije Kalezic didatangkan untuk menggantikan Robert Rene Albert. Pria Bosnia berusia 49 tahun itu lama berkarir di Liga Belanda semasa aktif bermain. Di antaranya FC Den Bosch, RKC Waalwijk dan De Graafschap. Terakhir dia membesut klub A League Australia, Wellington Phoenix.

Sementara, Luciano Leandro bukan sosok asing di sepakbola Indonesia. Dia dikenal sebagai playmaker andal dan merupakan salah satu pemain asing tersukses yang pernah membela klub-klub papan atas, seperti Persija Jakarta dan PSM Makassar.

Namun karir kepelatihannya tak semulus saat bermain. Pria 53 tahun itu belum pernah menangani tim semusim penuh. Termasuk saat didepak PSM di pertengahan musim 2016. Di Persipura, Luciano menjadi suksesor pelatih Brasil lainnya, Osvaldo Lessa.

Seperti Luciano, Gomes de Olivera juga lama bermain di Indonesia. Mengawali karir di Mitra Surabaya, prestasinya kurang bersinar sebagai pemain. Gomes sempat menukangi Perseru Serui, Persela Lamongan, Persiram Raja Ampat dan bolak-balik di Madura United.

Meski ‘dikepung’ tiga ekspatriat, Jafri Sastra selangkah di depan para pesaingnya. Pelatih 53 tahun tersebut sudah mengenal timnya karena sudah bersama Hari Nur Yulianto dkk sejak putaran kedua musim lalu.

Kapten Perseru yang kini dipanggil Timnas senior, Arthur Bonai juga berhasil digaet. Begitu juga dengan bintang Mitra Kukar, Septian David Maulana. Jafri juga bisa lebih tenang setelah mendapat pengganti Bruno Silva dalam diri Claudir Marini Jr. Sebagai ganti Petar Planic di lini pertahanan, sudah ada Wallace Costa.

Darije Kalezic tak seberuntung Jafri Sastra. Konsentrasi timnya terbagi karena harus berlaga di AFC Cup. “Saya tidak punya cukup waktu melihat tim saya karena PSM juga harus bermain di AFC Cup,” katanya. Piala Presiden dianggap Kalezic sebagai kesempatan bagus baginya untuk lebih mengenal tim.

Reporter: Tri Wuryono
Editor: Eka Handriana
You might also like

Comments are closed.