Hasil Kerajinan Warga Binaan Lapas Bulu akan Dipasarkan ke Belanda

METROSEMARANG.COM – Warga binaan Lembaga Pemasyarakat (Lapas) Kelas IIA Wanita, Bulu, Kota Semarang dapat menghasilkan berbagai macam kerajinan meski berada di dalam jeruji besi. Kendalanya hanya masalah penjualan atau pemasaran karena akses yang terbatas.

Plt Wali Kota Hevearita G Rahayu melihat hasil kerajinan warga binaan Lapas Bulu, Jumat (21/4). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Karena itu, Pemerintah Kota Semarang menyatakan akan membantu pemasaran hasil kerajinan tersebut. Bahkan siap menjualnya hingga di Negeri Belanda jika memang ada hasil karyanya yang benar-benar berkualitas.

Kepala Lapas Kelas IIA Wanita Bulu, Rosnaidah menerangkan, di Lapas ada 389 warga binaan dengan 70% masuk karena kasus narkoba. Sisanya karena berbagai kasus pidana lainnya. Di dalam Lapas warga binaan tersebut diberikan berbagai pelatihan sehingga ada sekitar 216 yang memiliki keahlian.

”Pemberian pembekalan banyak sekali seperti ada pelatihan membuat batik, menjahit, ronce, buat boneka, sajadah dan lain sebagainya,” katanya saat ada kunjungan Plt Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu bersama jajarannya ke Lapas khusus perempuan tersebut untuk memperingati Hari Kartini, Jumat (21/4).

Namun Rosnaidah mengatakan, para warga binaan tersebut mengalami kendala dalam hal pemasaran hasil kerajinannya itu. Selama ini, pihaknya hanya membantu pemasaran dengan ikut pameran dan menyediakan sebuah tempat untuk berjualan di Kawasan Kota Lama Semarang. ”Kami kewalahan masalah pemasaran,” katanya.

Plt Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu mengatakan, siap membantu pemasaran produk handycraft kerajinan warga binaan Lapas Bulu. Dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar nota kesepahaman atau MoU dengan pengurus Lapas. Supaya kesinambungan produksi kerajinan setelah nanti dibantu pemasarannya bisa terjamin.

”Biar tidak terjadi hari ini barang terbeli besoknya barang kosong. Kami komitmen akan membantu pemasaran, karena dari hasil penjualan nantinya warga binaan juga mendapat premi yang bisa ditabung untuk bekal masa depan mereka,” katanya.

Menurutnya, pihaknya juga mempunyai galeri UKM untuk kerajinan dan kuliner produk unggulan di Kawasan Kota Lama dan di balai kota. Produk kerajinan warga binaan yang berkualitas juga bisa dijual disana. ”Akhir Mei nanti saya juga mau ke Belanda, kalau ada yang bagus kita siap bantu jual di sana,” katanya.

Terkait kunjungannya ke Lapas Bulu, Ita menyatakan ingin menunjukkan perhatian pemerintah kepada warga binaan di Hari Kartini. Sekaligus menunjukkan kepada masyarakat bahwa penjara tidak seseram yang dibayangkan banyak orang. Dalam kesempatan ini juga sempat memberikan tali asih kepada pengurus Lapas. (duh)

You might also like

Comments are closed.