“Hater” Telah Minta Maaf, Pemkot Emoh Cabut Laporan Polisi

METROSEMARANG.COM – Pemkot Semarang sepertinya masih setengah hati untuk memaafkan seorang hater yang telah mencemarkan nama baik Wali Kota Hendrar Prihadi di akun instagram. Buktinya, meskipun Alaix Muna Kamala si hater empunya instagram @alaix_kamala telah meminta maaf kepada sang wali kota, tapi Kabag Hukum Pemkot Semarang, Abdul Haris menegaskan proses hukum yang berada di tangan polisi masih tetap berlanjut.

Permohonan maaf Alaix Kamala kepada Wali Kota Hendrar Prihadi belum menghentikan proses hukum di kepolisian. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Permohonan maaf Alaix Kamala kepada Wali Kota Hendrar Prihadi belum menghentikan proses hukum di kepolisian. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“Kami baru mencabut laporan polisi, jika dia sudah mohon maaf lewat media massa, media sosial dan menghapus komentarnya di instagram Pemkot_Semarang. Ini termasuk delik aduan ke polisi,” ujar Haris, di Balai Kota Semarang, Kamis (10/3).

Ia berdalih pemerintah kota kini masih menunggu permintaan maaf Alaix di jejaring sosial. “Karena komentar di instagramnya belum dicabut. Kalau sudah dihilangkan baru kita cabut. Tapi tenggat waktunya belum tahu. Karena itu sudah keinginan Pak Wali Kota,” terang Haris.

Ia berharap masalah ini bisa menjadi pembelajaran bagi masyarakat Semarang. Meski begitu, ia menegaskan Pemkot tidak pernah alergi terhadap kritikan dari berbagai pihak.

“Namun kalau sudah difitnah dengan menyebut ‘antek-antek kota’ itu orang-orang pemkot yang tidak sepakat. Kesannya kita melanggar HAM dan image kita yang membakar pasar,” imbuhnya.

“Padahal tidak ada niatan untuk membakar Johar. Jadi fitnah seperti itu perlu diluruskan kembali,” tukasnya.

Kasus yang menjerat alumni Fakultas Kedokteran universitas swasta ternama itu berawal dari komentarnya melalui akun instagram @alaix_kamala di salah satu foto unggahan akun Instagram resmi Pemkot Semarang  (@pemkot_semarang) pada 23 Februari lalu.

Akun tersebut berkomentar dengan nada provokatif dan tak sopan. Menurut pihak pemkot, Alaix juga menuduh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi bersama pegawai pemerintahan telah membakar Pasar Johar dan Pasar Yaik Baru. (far)

You might also like

Comments are closed.