Heboh, Warga Jangli Tlawah Diteror Fenomena Api Misterius

Penampakan api misterius membaar pasta gigi di rumah Ruswanto di Kampung Jangli Tlawah Candisari. Foto: metrosemarang.com/istimewa
Penampakan api misterius membakar bungkus pasta gigi di rumah Ruswanto di Kampung Jangli Tlawah Candisari. Foto: metrosemarang.com/istimewa

METROSEMARANG.COM – Warga Kampung Jangli Tlawah Candisari Semarang digemparkan dengan kemunculan api misterius di tiga rumah milik
Ruswanto, Kusranto dan Kastari. Banyak warga yang mengaitkan peristiwa ganjil ini dengan kejadian metafisika yang tak masuk akal sehat.

Yosi Kasdian, warga Kampung Jangli Tlawah III RT 06/V Kelurahan Karanganyar Gunung Candisari beranggapan api misterius muncul karena ada mahluk gaib yang mengganggu tiga rumah yang dihuni keluarga Kastari.

“Saya lihat sendiri, waktu empat petugas BPBD hendak memotret sumber api di rumah Ruswanto, dua orang di antaranya langsung terpental. Yang satu malah kesurupan, satunya lagi mengeluh dadanya sesak,” akuinya, kepada metrosemarang.com, Sabtu (20/2).

Kejadian gaib tersebut dilihatnya Senin kemarin tepat pukul 11.30 WIB siang. “Saya ikut jaga rumah mereka hingga larut malam sama warga lainnya. Makanya tahu persis setiap ada temuan api di dalam rumah,” kata Yosi.

“Saya rasa, semua ini berawal sejak anak Pak Ruswanto pulang dari naik gunung. Setelah itu, munculah api-api yang membakar tiga rumah itu,” tambahnya.

Sementara itu, Kastari, salah satu pemilik rumah yang diteror api misterius mengaku stres karena ia harus berjaga siang-malam agar api itu tak lagi muncul di rumahnya.

Kastari mengungkapkan saat ini terpaksa mengungsikan sebagian anggota keluarganya dan menyelamatkan barangnya agar tidak terbakar. “Saya sampai stres setiap hari harus menjaga rumah biar tidak terbakar lagi,” ujar Kastari.

Kastari berkata kemunculan api di rumahnya benar-benar di luar logika. Tidak ada angin tidak ada hujan, bunga api tiba-tiba membakar selimut, baju, kasur hingga perabotan lainnya yang mudah terbakar.

“Yang paling aneh, pasta gigi dan sabun mandi di toilet ikut terbakar. Dari mana munculnya kejadian ini?,” cetus lelaki berusia 55 tahun itu.

Bahkan, petugas dari Perusahaan Gas Negara pun turun tangan langsung untuk mengujicoba kandungan gas di dalam rumahnya. “Mereka (petugas PGN) sudah ke sini Senin kemarin. Hasilnya nihil. Tidak ada unsur gas sama sekali,” ucap Kastari.

Kastari menjelaskan, sejak Januari sudah 10 kali api misterius muncul di rumahnya. “Yang terparah itu Kamis 19 Februari kemarin. Ada 20 kali api itu muncul dan membakar semua pakaian milik anak dan istri saya,” papar Kastari.

Ia menambahan, dirinya dibantu oleh beberapa tetangga untuk bergantian menjaga rumahnya dari teror api misterius. “Ya kalau tidak diawasi, rumah saya bisa-bisa habis terbakar,” terangnya.

Kastari menyatakan, semua elemen masyarakat kini telah memberikan bantuan moril dan materiil kepadanya. BPBD Semarang saat ini sudah menyerahan bantuan empat selimut, lima kardus berisi sembako dan sebuah tenda besar kepadanya. (far)

 

You might also like

Comments are closed.