Heli Basarnas yang Jatuh di Gunung Butak Dipastikan Layak Terbang

METROSEMARANG.COM – Pihak Badan SAR Nasional (Basarnas) menyatakan helikopter jenis Dauphin seri HR 362 dipastikan layak terbang sebelum terlibat kecelakaan maut di tebing Gunung Butak, Temanggung, Minggu sore (2/7) kemarin.

Kepala Basarnas Marsekal Muda TNI Muhammad Syaugi memberi keterangan terkait jatuhnya Heli Dauphin di Temanggung. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Kepala Basarnas Marsekal Muda TNI Muhammad Syaugi mengatakan helikopter Daupin buatan Prancis tersebut mulai dipakai personelnya pada 2012 silam.

Saat kejadian, ia yang berkantor di Jakarta mendapati laporan bahwa helikopter nahas tersebut terbang melewati batas minimum. Helikopter tersebut semula terbang dari Exit Tol Gringsing menuju Dieng pukul 16.20 WIB.

“Dari Jakarta saya dapat sinyal distrage massage yang melaporkan terjadinya benturan pada badan helikopter,” ungkap Syaugi sebelum memulangkan jenazah para korban, Senin (3/7).

Ia kemudian mengontak balik pada para personel Basarnas yang standby di Semarang. Informasi adanya kecelakaan helikopter itu pun dibenarkan tim Basarnas sekitar pukul 16.30 WIB.

Ia menegaskan jatuhnya helikopter Daupin di Gunung Butak berada di titik ketinggian 7.000 kaki dari muka laut.

Proses evakuasi sempat menemui hambatan mengingat medan yang terjal serta akses jalannya yang sempit. Tim Basarnas terpaksa parkir mobil lalu jalan kaki menuju lokasi jatuhnya helikopter selama dua jam.

“Tetapi berkat perjuangan keras dari para potensi SAR yang dibantu unsur TNI/Polri akhirnya jenazah bisa diangkat dari lokasi dan dibawa turun sampai ke RS Bhayangkara pukul 03.00 WIB tadi,” tuturnya.

Ia menyatakan turut berbelasungkawa atas gugurnya para personel dalam menjalankan tugas. Ia menyatakan proses serah terima jenazah akan digelar di Pangkalan Lanumad Ahmad Yani. Selanjutnya setiap peti jenazah diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing untuk dimakamkan ke daerah asal. (far)

You might also like

Comments are closed.