Hendi bakal Tindak Pedagang Pasar yang Gunakan Listrik Sembarangan

Kebakaran Pasar Yaik, Sabtu (27/2) malam, diduga akibat korsleting listrik. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya
Kebakaran Pasar Yaik, Sabtu (27/2) malam, diduga akibat korsleting listrik. Foto: metrosemarang.com/ilyas aditya

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengingatkan pedagang pasar agar tidak menggunakan listrik sembarangan. Ini sebagai antisipasi terjadinya kebakaran seperti di Pasar Johar dan Pasar Yaik.

Agar musibah kebakaran pasar tak terulang kembali, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang akan mengawasi penggunaan meteran listrik yang melebihi kapasitas. “Jika (penggunaan listrik) itu melanggar aturan pasti akan kita tindak,” kata Hendrar Prihadi usai menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran Pasar Yaik di Masjid Agung Kauman, Rabu (2/3).

Hendi, sapaan akrab Wali Kota, berharap agar para pedagang tidak melakukan tindakan yang ujung-ujungnya justru merugikan mereka sendiri. “Bahaya kalau penggunaan listriknya over. Jadi kalau kapasitasnya dijatah perkios kekuatan listrik 400 watt ya pakailah 400 watt, jangan melebihi itu,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Hendi juga meminta kepada para pedagang agar menyisihkan sedikit keuntunganya untuk membeli alat pemadam api ringan (APAR) yang disiapkan di masing-masing kios. Dengan begitu, jika ada kebakaran akibat korsleting seperti yang terjadi pada akhir pekan kemarin, bisa ditangani dengan cepat oleh pedagang.

Hendi juga berencana akan melakukan sidak ke pasar untuk mengecek penggunaan instalasi listrik oleh pedagang. Namun, hal itu baru akan dilakukan setelah situasi kondusif. “Tidak dalam waktu dekat, ini kan perlu situasi waktu yang tenang, dua tiga minggu ini sampai situasi kembali lagi normal,” pungkasnya.

Dalam musibah Pasar Yaik, sedikitnya enam kios terbakar dan belasan lainnya juga mengalami kerusakan. Sebanyak 17 pedagang yang menjadi korban kebakaran sudah mendapatkan bantuan dari Pemkot Semarang. (din)

You might also like

Comments are closed.