Hendi Dinobatkan jadi Kepala Daerah Teraktif Jaga Keberagaman

METROSEMARANG.COM – Kementerian Agama RI memberikan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi sebuah penghargaan “Partisipasi Aktif Dalam Pembinaan Kerukunan Umat Beragama”. Penghargaan diberikan oleh Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifudin di Hotel Lor Inn Solo, Rabu (12/4).

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menerima penghargaan “Partisipasi Aktif dalam Pembinaan Kerukunan Umat Beragama” dari Menteri Agama RI di Lor Inn Hotel, Rabu (12/4). Foto: metrosemarang.com/istimewa

Hendi, sapaan wali kota, dinilai kepala daerah yang selalu aktif terlibat dalam berbagai kegiatan lintas budaya serta agama. Namanya tercatat dalam rekor Muri pada dua kegiatan agama serta budaya berbeda. Pada 27 Januari 2017 tercatat sebagai pejabat paling banyak menggelar salat berjamaah di masjid dan musala. Kemudian 19 Februari 2017 Hendi bersama masyarakat berhasil memecahkan rekor menghabiskan 11.760 porsi lontong Cap Go Meh.

Selain itu, di bawah kepemimpinannya Kota Semarang juga disebut sebagai miniaturnya Indonesia. Karena dengan jumlah penduduk lebih 1,6 juta jiwa terdiri dari etnis Melayu, Arab, Cina dan India bisa hidup saling berdampingan dan menghormati. Warganya mampu mengedepankan toleransi beragama dan saling menghormati dalam keberagaman.

‘’Karena itu saya mengapresiasi Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah yang telah menginisiasi pemberian penghargaan kepada Walikota/Bupati,’’ kata Lukman Hakim saat memberikan sambutan pengarahan seperti rilis yang dikirimkan Humas Pemkot Semarang ke metrosemarang.com, Rabu (12/4).

Menteri Lukman mengucapkan terimakasih atas partisipasi yang diberikan kepala daerah–kepala daerah seperti Wali Kota Hendi, yang dinilai telah memberikan kontribusi cukup besar agar kehidupan keagamaan masyarakat Indonesia dari waktu ke waktu semakin baik.

“Moderasi agama harus dikedepankan, karena faham agama yang moderat mampu melindungi dan mengayomi umat lainnya,’’ katanya.

Sementara Wali Kota Hendi mengucapkan, terima kasih kepada Kementrian Agama yang mengapresiasi upaya yang telah dilakukannya bersama seluruh warga masyarakat. Ia menegaskan Semarang adalah kota yang kondusif meskipun masyarakatnya sangat beragam.

‘’Sehingga penghargaan ini tentu saja menjadi pencapaian tersendiri yang membanggakan bagi seluruh warga Kota Semarang,’’ tuturnya yang tahun ini juga dinobatkan sebagai Kepala Daerah Terbaik Pelayanan Publik oleh Kemenpan RB.

Karena konteksnya partisipasi aktif, maka ia berharap penghargaan ini juga bisa menjadi pemacu bagi masyarakat Kota Semarang untuk lebih aktif berpartisipasi dalam menjaga kerukunan umat beragama. (duh)

You might also like

Comments are closed.