Hendi Ingin Pertahankan Tradisi Dugderan

Kemeriahan Pasar Dug Der kemungkinan tidak bakal ditemui pada perayaan tahun ini. Foto: metrosemarang.com/MS-01
Kemeriahan Pasar Dug Der kemungkinan tidak bakal ditemui pada perayaan tahun ini. Foto: metrosemarang.com/MS-01

SEMARANG – Tradisi Dugderan tahun ini bakal berbeda dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Tragedi kebakaran yang melumat Pasar Johar menjadi alasan Pemkot untuk membuat perayaan Dugderan bakal dikemas lebih sederhana.

Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Hendrar Prihadi di Lantai 8 Balai Kota Semarang. Menurutnya ada alasan mengapa event tahunan ini tidak diselenggarakan seperti biasa.

“Beberapa waktu lalu Pasar Johar kebakaran. Tidak elok rasanya jika tetap mengadakan Dugderan di tengah kesusahan yang sedang melanda,” kata dia, Senin (18/5) sore.

Namun, Wali Kota menambahkan, pemkot tengah mempertimbangkan agar tradisi turun temurun tersebut tetap berjalan. Diketahui sebelumnya bahwa lokasi Dugderan yang dilaksanakan bertahun-tahun sangat berdekatan dengan Pasar Johar yang terbakar.

“Nanti mungkin akan tetap ada Dugderan, tapi akan lebih sederhana. Sedang kami koordinasikan dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang untuk teknisnya,” ungkap Hendi.

Dugderan merupakan tradisi untuk menyambut datangnya Ramadan. Pasar Dugderan biasanya digelar sepekan sebelum Puasa, yang berlokasi di Jalan Pemuda. Sebagai puncak acara, digelar pawai Dugderan dari Masjid Kauman menuju Masjid Agung Jawa Tengah. (ade)

You might also like

Comments are closed.