Hendi Kritik Anak Buahnya yang Lambat Garap Proyek

METROSEMARANG.COM – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyentil seluruh jajarannya yang disebut suka menunda-nunda kegiatan pekerjaan. Sehingga di akhir tahun berdampak pada pekerjaan yang tidak bisa selesai tepat waktu dan penyerapan anggaran.

DPA murni tahun 2018 kepada 51 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 7 penerima hibah di lingkungan Pemkot Semarang pada Rabu (10/1). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

‘’Ada satu fenomena yang sudah menjadi budaya, di mana gerak cepat (pemerintah) yang diawali dengan penyerahan DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran), seringkali tidak diimbangi gerak cepat dalam proses kegiatan dan penyerapan anggaran,’’ ujarnya, Kamis (11/1).

Pihaknya telah menyerahkan DPA murni tahun 2018 kepada 51 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan 7 penerima hibah di lingkungan Pemkot Semarang pada Rabu (10/1) kemarin. Dia berharap, seluruh OPD dapat segera melaksanakan program-programnya sesuai dokumen itu.

Hendi, sapaan karib wali kota menyatakan, dirinya sangat tidak menyukai budaya menunda-nunda pekerjaan, baik dalam bentuk kegiatan maupun proyek pembangunan.

Dia mengungkapkan, APBD yang dikucurkan oleh Pemkot Semarang pada tahun 2018 ini nilainya lebih besar dibanding tahun lalu. Sehingga semangat kerja para OPD juga harus lebih meningkat.

‘’Kegiatan lelang misalnya, yang nilai kontraknya besar-besar tidak segera dilakukan di awal tahun, sehingga terjadi proyek pembangunan tidak selesai. Saya tidak ingin budaya ‘ngende-ende’ atau ‘ngulur ulur’ pekerjaan masih dilakukan di tahun ini,’’ tegasnya.

Tahun ini APBD Kota Semarang mencapai sebesar Rp5,17 triliun, sementara tahun 2017 kemarin hanya Rp4,75 triliun. (duh)

You might also like

Comments are closed.