Hendi Larang Pedagang Berjualan di Bekas Gedung yang Terbakar

Bangunan Pasar Joharr yang terbakar, Sabtu (9/5) silam, dilarang untuk ditempati pedagang. Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo
Bangunan Pasar Johar yang terbakar, Sabtu (9/5) silam, dilarang untuk ditempati pedagang. Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo

SEMARANG – Mulai besok, Jumat (15/5), pedagang diperbolehkan berdagang di Jalan Agus Salim yang digunakan untuk relokasi sementara sebelum menempati kompleks MAJT. Menurut penuturan koordinator pedagang Johar, Simon, di data yang dia himpun, ada sekitar 1.100 lapak yang mampu ditampung di sana.

Sementara itu, ada pedagang yang tetap ingin menempati bagian dalam Pasar Johar yang terbakar. Mereka menganggap, konstruksi bangunan masih dirasa kuat untuk digunakan mereka berdagang.

Namun keinginan pedagang tersebut tidak dikabulkan oleh Wali Kota Hendrar Prihadi. Dia tidak ingin mengambil risiko bahayanya konstruksi yang sudah terbakar.

“Pokoknya jangan dipakai dulu. Kalau nanti roboh, kita semua yang rugi. Saya juga yang akan bertanggung jawab,” kata dia.

Hendi, sapaan akrab Wali Kota menyatakan tidak bisa longgar dalam memutuskan larangan berjualan di tempat bekas berdagang yang terbakar. (ade)

You might also like

Comments are closed.