Hendi: Masih Ada Tiga PR di Usia Semarang ke 470 Tahun

METROSEMARANG.COM – Di usianya yang sudah mencapai 470 tahun, Kota Semarang masih memiliki banyak ketertinggalan yang mesti harus segera dikejar. Setidaknya ada 3 hal yang menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kota Semarang saat ini untuk segera diselesaikan.

Upacara HUT ke-470 Kota Semarang di halaman Balai Kota, Selasa (2/5). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Hal itu disampaikan oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi usai melakukan upacara HUT ke-470 Kota Semarang yang diikuti oleh seluruh Muspida di halaman balai kota, Selasa (2/5). Ketiga hal tersebut, yakni masalah penyelesaian banjir danrob, kemiskinan dan pengangguran, serta kemacetan.

Hendi, sapaan wali kota, mengatakan, saat ini pemerintahnya sudah tidak bicara masterplan lagi untuk mengenai penyelesaian masalah banjir di wilayah timur Semarang. Tapi sudah action atau melaukan kegiatan di lapangan.

”Hari ini dengan bantuan pemerintah pusat kita sudah melakukan proses pembangunan 3 embung, di Trimulyo, Karangroto, dan juga di Kaligawe yaitu di Sawahbesar,” katanya.

Untuk mengatasi banjir dan rob, juga sudah mulai dilakukan proses peninggian parapet di Kali Tenggang dan Kali Sringin. Bulan Juli juga akan dilaksanakan lelang normalisasi Sungai Banjir Kanal Timur.

”Kalau itu selesai dalam 2-3 tahun anggaran, maka sesuai target 2019 banjir di wilayah timur akan bisa selesai dan tuntas,” katanya.

Sedangkan mengenai masalah penanggulangan kemiskinan, Hendi mengatakan sebenarnya di tingkat Jateng kota ini termasuk rendah. Baik dari sisi pengangguran maupun angka kemiskinan. Tapi pihaknya telah memiliki beberapa program untuk mengentaskan masalah kemiskinan dan pengangguran.

”Melalui pelatihan-pelatihan manajemen, ketrampilan, dan bantuan-bantuan yang sifatnya cerity seperti raskin, baksos untuk lansia, yang harapannya bisa menjamin warga yang masuk kategori miskin, tidak bekerja, tetap dapat survive untuk hidup di Kota Semarang,” katanya.

Sementara untuk masalah kemacetan, tahun ini pihaknya telah membuat strategi kebijakan one way atau satu arah. Bulan depan strategi ini akan dievaluasi. Pihaknya berharap berbagai kebijakan termasuk one way ini semakin hari semakin bisa menuntaskan masalah kemacetan di kota ini.

Tahun depan, pihaknya juga akan mulai membangun beberapa tempat yang bisa mengurai kemacetan. Misalnya seperti fly over, simpang susun, dan juga akan menambah armada dan koridor Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang.

Untuk BRT, yang di tahun ini sudah ada 6 koridor maka tahun depan akan ditambah 2 koridor baru lagi. Sehingga nantinya menjadi 8 koridor yang harapannya bisa membuat pengguna kendaraan pribadi beralih ke anggkutan umum BRT tersebut.

”Kalau semua itu bisa berjalan, maka 3 hal yang saya sebutkan tadi, sedikit demi sedikit akan bisa kita urai. Mudah-mudahan masyarakat akan jadi lebih nyaman, lebih bersemangat melakukan aktifitas, dan memunculkan rasa bangga sebagai warga Semarang. Untuk kemudian mempromosikan Kota Semarang sebagai kota yang layak untuk disinggahi,” tandasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.