Hendi Optimistis UNBK Tingkat SMP Berjalan Lancar

METROSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang sangat yakin pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat sekolah menengah pertama (SMP) yang akan digelar pada tanggal 2-8 Mei mendatang berjalan lancar.

Wali Kota Hendi cek kesiapan komputer untuk pelaksanaan UNBK di SMPN 9 Semarang, Jumat (28/4). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, persiapan ujian nasional tingkat SMP sudah berjalan sesuai dengan harapan. Antisipasi listrik mati saat berjalannya ujian tersebut juga sudah dilakukan dengan menyewa genset.

”Kita kesini dalam rangka cek kesiapan ujian nasional tingkat SMP. Sudah dicek komputernya sudah siap. Ada 106 komputer di SMPN 9 ini dengan jumlah siswa peserta ujian 288 siswa. Kami juga sudah berikan motivasi kepada mereka,” kata wali kota saat melakukan tinjauan kesiapan ujian nasional di SMPN 9 Semarang, Jumat (28/4).

Hendi, sapaan akrabnya, menyatakan antisipasi listrik mati pada saat berlangsungnya ujian nasional juga sudah disiapkan setiap sekolah yang menggelar UNBK. Yaitu dengan menyewa genset. Sehingga harapannya ujian nasional nanti dapat berjalan lancar tidak ada masalah.

”Jadi kita ke sini kerena Dinas Pendidikan melaporkan kesiapan sekolah negeri maupun swasta melaksanakan ujian nasional sudah 99%. Ternyata memang benar, sekolah sudah siap. Nanti akan kita tinjau lagi menjelang pelaksanaan ujian untuk memastikan lagi kesiapannya,” katanya.

Kepala SMPN 9 Semarang Erna Listiyati mengatakan bahwa di sekolahnya sudah tersedia 106 komputer untuk peserta ujian sebanyak 288 siswa. Karena jumlah komputernya terbatas maka pelaksanaan ujian nasional nanti akan dibagi menjadi 3 sesi. Masing-masing sesi terdiri dari sebanyak 96 siswa.

”Sesuai peraturan maksimal bisa digelar sebanyak 3 sesi, maka kita bagi menjadi 3 sesi masing-masing 96 siswa. Sesi pertama dimulai pada jam 07.30-09.30, sesi kedua mulai jam 10.00-12.00 dan sesi ketiga mulai jam 14.00-16.00,” katanya.

Untuk kompoter, Erna mengatakan sekolah tidak memungut iuran kepada orang tua siswa untuk pengadaan komputer. Namun sekolah membeli komputer sendiri dengan anggaran dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). (duh)

You might also like

Comments are closed.