Hendi: Pembangunan di Wilayah Konservasi Tidak Mungkin Dapat Izin

METROSEMARANG.COM – Mencegah bencana banjir bandang seperti yang terjadi di Perumahan Wahyu Utomo Tambak Aji Kecamatan Ngaliyan belum lama ini, dinilai merupakan tugas dan tanggung jawab bersama. Baik masyarakat maupun pemerintah dinilai harus punya peran.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi. Foto: metrosemarang.com/dok

Hal itu diungkapkan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menanggapi banjir bandang di Perum Wahyu Utomo tersebut, Minggu (12/2). Menurutnya, semua ada tugas dan tanggung jawabanya masing-masing.

Ia menyampaikan, tugas dan tanggung jawab masyarakat adalah merawat lingkungan. Ikuti semua aturan di dalam proses pembangunan. ‘’Jangan yang namanya wilayah konservasi ditebangi kemudian dibuat perumahan. Itu jelas tidak boleh,’’ katanya.

Pihaknya, kata dia, akan mengawal aturan itu dengan pemberian izin yang sangat ketat. Tidak mungkin mereka dapat izin untuk membangun di wilayah konservasi.

Sementara tugas pemerintah, adalah pada daerah aliran sungai Kali Beringin. Menurutnya, Pemkot Semarang terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Provinsi. Yakni Dengan Dinas PSDA Provinsi Jateng, Satker BBWS selaku pelaksana normalisasi sungai, dan Kementerian Pekerjaan Umum.

Disepakati bahwa normalsiasi daerah aliran sungai Kali Beringin ini menjadi wilayahnya pemerintah pusat. Sementara Pemkot diminta untuk melakukan pembebasan lahannya, dan itu sudah dilakukan.

Ditambahkan, Pemkot juga telah mengimbau kepada Satker untuk segera membangun fisik normalisasi sungai. Dan mereka telah menyatakan, tahun ini sedang mulai melakukan pembuatan detail engineering design (DED).

‘’Paling lambat kata mereka tahun 2018 baru masuk (untuk pekerjaan fisik normalisasi) wilayah Kali Beringin,’’ kata Hendi, panggilan akrab wali kota.

Kemudian Satker, lanjutnya, setelah mengerjakan Kali Beringin juga akan mengerjakan penanganan sungai di wilayah timur, yang belum lama ini tejadi banjirnya besar.

‘’Bulan Desember kemarin (tahun lalu) sudah lelang, sehingga awal Februari ini pasti sudah ada pekerjaan teknis untuk peninggian parapet Kali Tenggang dan pembuatan tanggul laut di Semarang Utara, supaya menahan muara Tenggang dan Beringin,’’ katanya.

Jika itu selesai dalam 2 tahun anggaran, maka ia yakin wilayah Semarang Timur tidak akan terkena banjir dan rob lagi. (duh)

You might also like

Comments are closed.