Hendi Rayu Ganjar Bangun Monorel Lintasi Simpanglima

Ilustrasi kemacetan di Simpang Lima. Foto Metrosemarang
Ilustrasi kemacetan di Simpang Lima. Foto Metrosemarang

SEMARANG – Bagaimana menurutmu jika di atas kawasan Simpanglima melintang monorel? Jika menurutmu keren, maka pendapatmu sama dengan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Hendi, sapaan akrab Pak Wali, mengusulkan pembangunan monorel yang menghubungkan Mangkang dan Penggaron. “Pak Gub kan suka yang keren-keren, nah ini lebih keren. Bagaimana kalau Pak Gub membangun monorel yang mengantarkan warga dari Mangkang melintasi atas Simpanglima sampai Penggaron,” katanya, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) eks Karesidenan Semarang di Pendopo Rumah Dinas Walikota Salatiga, Kamis 26/3).

Hendi pun tak segan-segan merayu gubernur agar menyetujui usulannya. Menurutnya, jika monorel jadi dibangun, seluruh rakyat Semarang akan mengidolakan gubernur.

“Kalau itu direalisasikan pasti warga Semarang mengidolakan Pak gubernur, nopo melih rencang estri, SPG-SPG, janda-janda meniko akan memasang foto pak gub di kamarnya masing-masing,” canda Hendi yang memancing tawa riuh.

Musrenbangwil yang berlangsung pagi hingga siang hari ini merupakan kali kedua setelah di eks Karesidenan Pati, Rabu (25/3). Selain Walikota Semarang, hadir juga Walikota Salatiga Yulianto, Bupati Semarang Mundjirin, Bupati Kendal Widya Kandi, Plt Bupati Grobogan Icek Baskoro dan Bupati Demak Dachirin. Masing-masing menyampaikan usulan kegiatan yang diajukan sebagai bantuan keuangan provinsi APBD 2016.

Pemkot Semarang mengajukan 286 miliar. Dana itu akan digunakan untuk memperbaiki sarana infrastruktur, terutama jalan rusak. Dari 2600 kilometer (Km) jalan milik Pemkot, masih ada 180 Km yang kondisinya rusak. Sedangkan 1843 Km dalam kondisi baik dan 767 Km sedang.

Namun Hendi menyadari jika tidak mungkin usulan itu diakomodasi semuanya. Ia mengaku sudah cukup senang jika diberi Rp 80 miliar. Dana itu akan diprioritaskan untuk pembangunan Jalan Woltermonginsidi Tahap Dua, dan  Jalan Sampangan-Gunungpati.

“Kalau Pak Gub masih ada uang, kami meminta dibantu pengadaan bus BRT dan shelter. BRT Semarang sedang naik daun, kemarin hingga 2010 penumpang masih 500 ribuan, sekarang hingga 2015 ini sudah 5,5juta penumpang,” jelasnya. (byo)

You might also like

Comments are closed.