Hendi Sebut Visi Dua Rivalnya Terlalu Bombastis

Hendrar Prihadi
Hendrar Prihadi dan Hevearita Gunaryanti Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

METROSEMARANG.COM – Segmen ketiga Debat Publik Pasangan Calon Wali Kota Semarang, dirasa sebagai segmen yang paling krusial. Paslon diperbolehkan untuk memberikan pertanyaan kepada dua Paslon lainnya.

Calon Wali Kota Semarang nomor urut 2, Hendrar Prihadi (Hendi) mengatakan, visi misi paslon nomor urut 1 dan 3 terlalu bombastis. “Visi misi bapak-bapak di sini terlalu bombastis dan terlalu mengandalkan dana bansos. Padahal sekarang, penerima bansos harus berbadan hukum dan rentan menyeret rekan-rekan pejabat ke pengadilan,” kata Hendi.

Dia mempertanyakan bagaimana para Paslon mengatasi agar dana Bansos bisa tetap mengalir namun tanpa mengabaikan peraturan yang ketat. Dalam jawaban yang diberikan Paslon lain, Hendi mengaku kurang puas. “Jangan sampai kita semua menabrak aturan,” kata Hendi menyanggah jawaban yang disampaikan kedua Paslon lain.

Dalam kesempatan tersebut, Hendi juga mendapat pertanyaan dari Calon Wali Kota Semarang nomor urut 1, Soemarmo mengenai program Gerdu Kempling. Menurut Hendi, program yang dijalankannya selama 1,5 tahun bersama Soemarmo cukup baik.

“Program Pak Soemarmo bersama saya itu baik, terbukti dengan diraihnya penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri bisa kita lanjutkan,” tambahnya.

Sedangkan untuk pertanyaan dari Calon Wali Kota Semarang nomor urut 3, Sigit Ibnugroho mengenai korupsi, Hendi mengatakan bahwa pendidikan antikorupsi sejak dini sangat penting untuk ditanamkan. “Anak-anak sekolah harus diajari lebih kritis mengenai wacana korupsi,” pungkasnya.

Debat Publik Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang dimulai tepat waktu, pukul 19.30 di Gedung E Kampus Udinus, Jalan Nakula, Semarang. Dalam debat tehap pertama ini, terbagi dalam lima segmen.(ade)

You might also like

Comments are closed.