Hotel di Semarang Diimbau Sajikan Lumpia sebagai Menu Wajib

METROSEMARANG.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang mengharapkan kalangan perhotelan ikut mengangkat makanan khas daerah. Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Laser Narindro mengimbau agar hotel dan restoran untuk mengangkat produk kuliner atau makanan khas daerah sangat besar, salah satunya menyediakannya dalam menu.

Ia mengakui selama ini memang belum ada regulasi yang mewajibkan hotel dan restoran di Semarang menyediakan makanan khas. “Sebenarnya, bergantung juga pada kesadaran pengelola atau pemilik hotel dan restoran untuk ikut berperan serta, seperti selalu menyajikan menu-menu kuliner atau makanan asli Semarang,” katanya, Jumat (25/3).

Lumpia khas Semarang Foto: metrosemarang.com/dok
Lumpia khas Semarang
Foto: metrosemarang.com/dok

Wakil Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Tengah Benk Mintosih mengatakan, Solo sudah mewajibkan kalangan perhotelan menyediakan jenang sebagai menu wajibnya. Kota Semarang yang memiliki makanan khas, seperti lumpia dan kue ganjel rel mempunyai modal besar bagi hotel untuk restoran dan hotel untuk menyajikan menu khas ini.

General Manager (GM) Hotel Star Semarang itu mengatakan perlunya kesadaran dari para pengelola hotel dan restoran untuk ikut melestarikan kuliner khas daerah dengan menjadikannya menu wajib. Dia setuju jika ada kewajiban menyediakan lunpia atau kue ganjel rel sebagai menu wajib.

Di Star Hotel, kata dia, selama ini lumpia sudah menjadi menu wajib meski hanya dua kali seminggu, namun mulai Mei mendatang sudah akan disediakan sebagai menu setiap hari bagi tamu.

“Kalau ‘Gambang Semarang’ sudah jadi langgam yang diperdengarkan setiap hari di lobi hotel. Untuk lumpia, kami siapkan mulai Mei 2016. Kalau bisa, bersama dengan kue ganjel rel,” pungkas Benk. (ade)

You might also like

Comments are closed.