Hotel Tentrem Diyakini Bisa Jadi Landmark Kota Semarang

METROSEMARANG.COM – Kekhawatiran warga sekitar Pekunden terkait pembangunan Hotel Tentrem salah satunya adalah akan diprivatisasinya jalan yang sebelumnya milik publik menjadi milik hotel. Namun hal itu dibantah oleh Direktur Utama Hotel Tentrem, David Hidayat. Dia memberi garansi bahwa jalan tersebut akan tetap menjadi milik publik walaupun terletak di antara hotel, mal, dan apartemen.

Pihaknya juga akan melebarkan jalan tersebut dari enam meter menjadi 10 meter. “Kami sudah menyediakan jalan selebar delapan meter di sisi kanan kiri jalan publik. Jadi jalan tersebut tetap bisa dilewati masyarakat dan ada trotoarnya,” ujarnya, Kamis (31/3).

David mengatakan konsep Hotel Tentrem Semarang hampir mirip dengan Hotel Tentrem di Yogyakarta, yaitu akan ada fasilitas hotel, mal, dan apartemen. “Bangunan 18 tingkat. 200 kamar untuk hotel, 80 kamar apartemen, dan mal dengan konsep lifestyle seperti ada restauran dan bioskop. Investasi tanah kami senilai Rp 450 miliar, sedangkan untuk pembangunan bangunan sekitar Rp 1 triliun. Segmen pasar untuk menengah ke atas dengan hotel bintang lima,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan Bappeda Kota Semarang, M Farchan mengatakan pembangunan Hotel Tentrem sudah sesuai dengan aturan yang berlaku di Kota Semarang. Sesuai penataan kota, kawasan tersebut bukan kawasan hijau, melainkan kawasan perdagangan dan jasa.

M Farchan Foto: metrosemarang.com/dok
M Farchan
Foto: metrosemarang.com/dok

“Keberadaan Hotel Tentrem memberikan suasan baru bagi Kota Semarang. Ini akan memberi suasana baru, ikon dan landmark di Kota Semarang. Juga memberi nilai tambah pertumbuhan kota dan momentum pertumbuhan ekonomi Kota Semarang,” ujarnya.

Dia menambahkan, kawasan sekitar lokasi Hotel Tentrem akan menjadi kawasan perdagangan dan jasa dengan konsep super blok. “Dengan konsep super blok, maka antar kawasan mudah diakses oleh publik. Perpindahan orang dari tempat satu ke tempat lain tidak akan terasa, tahu-tahu sudah berada di toko lain. Nyaman dan aman,” ujarnya. (ade)

You might also like

Comments are closed.