HTI Desak Pemerintah Putus Hubungan Diplomatik dengan Perancis

Aksi HTI memprotes penghinaan Nabi Muhammad, Jumat (23/1). Foto Metrosemarang/Ade Lukmono
Aksi HTI memprotes penghinaan Nabi Muhammad, Jumat (23/1). Foto Metrosemarang/Ade Lukmono

SEMARNG – Umat Islam di Indonesia dinilai bersikap santai dengan tidak menanggapi Tabloid Charlie Hebdo yang melecehkan Nabi Muhammad.

Hal tersebut yang mendasari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melakukan aksi damai memprotes aksi pelecehan Nabi Muhammad dalam bentuk apapun, Jumat (23/1). Aksi tersebut juga mengajak umat muslim agar tidak bersikap apatis pada isu ini.

“Apapun bentuk pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW memang harus dihentikan dan pelakunya dijerat dengan hukuman,” kata Humas HTI Jawa Tengah, Brojo P Laksono.

Mereka melakukan aksi long march dari depan Masjid Baiturrahman hingga bundaran air mancur Jalan Pahlawan Semarang siang tadi sekitar pukul 14.00.

Pihak Hizbut Tahrir sendiri juga meminta Pemerintah Republik Indonesia untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan Perancis jika aksi pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW tidak dihentikan. (ade)

You might also like

Comments are closed.