“Hujan saat Paskah Mengingatkan Kesengsaraan Tuhan Yesus”

METROSEMARANG.COM – Pelaksanaan Misa Jumat Agung di Gereja Katedral Jalan Dr Sutomo Tugu Muda Semarang berlangsung khidmat, Jumat (25/3) sore. Cuaca cerah mendadak menjadi mendung, dan akhirnya sekitar pukul 15.30 hujan pun mengguyur kawasan Tugu Muda dan sekitarnya.

Ketua panitia Paskah Petrus Sulistiyo mengungkapkan, dia selalu ingat akan perubahan cuaca saat perayaan Paskah. Entah suatu kebetulan atau tidak, setelah ia bercerita mengenai cuaca itu, mendung pun mulai gelap dan tak lama hujan turun.

Suasana Misa Jumat Agung di Gereja Katedral Semarang. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Suasana Misa Jumat Agung di Gereja Katedral Semarang. Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

“Saya selalu ingat, setiap Paskah langit pasti mendung, ya entah nanti hanya gerimis atau sampai hujan,” kata Sulistiyo kepada metrosemarang.com.

Ia melanjutkan, perubahan cuaca tersebut menambah suasana khidmat saat beribadah. Hal ini karena cuaca buruk bisa meresapi bagaimana penderitaan Tuhan Yesus seperti dibacakan dalam buku panduan perayaan Ekaristi Pekan Suci 2016.

“Hari ini, istilahnya mengenang hari wafat Tuhan Yesus, mengenang kisah perjalanan kesengsaraan dan wafatnya Tuhan,” tandasnya.

Tujuh giant screen disiapkan di halaman Gereja Katedral agar seluruh jemaat yang hadir bisa mengikuti renungan yang dipimpin Romo Antonius Hadi dan Romo Antoro PR. Mereka yang berada di luar gedung tetap khidmat mengikuti misa, sekalipun dalam suasana yang sedikit gelap. (din)

You might also like

Comments are closed.