Hutan Tinjomoyo akan Disulap jadi Pasar Semarangan

METROSEMARANG.COM – Upaya meningkatkan aktifitas perdagangan dan jasa terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Semarang melalui pengembangan sektor pariwisata. Salah satunya melakukan revitalisasi Hutan Kota Tinjomoyo yang berada di daerah Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Wali Kota Hendi didampingi pejabat dinas terkait meninjau pembangunan Pasar Semarangan di Hutan Kota Tinjomoyo, Selasa (6/3). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Aset yang selama ini luput dari perhatian pemerintahan sebelumnya ini akan direvitalisasi agar menjadi daya tarik pariwisata Kota Semarang. Sebelumnya, Tinjomoyo lebih dikenal masyarakat Kota Semarang sebagai kebun binatang.

Namun diakibatkan adanya banjir besar di Kaligarang, yang menyebabkan jembatan akses ke Tinjomoyo terputus, maka Pemerintah Kota Semarang akhrinya memindahkan kebun binatang ke kawasan baru di daerah Mangkang, Kecamatan Tugu.

Setelah itu, aset Pemkot di Tinjomoyo yang seluas 57,5 hektare tersebut pun kemudian mangkrak. Kondisi infrastruktur di dalamnya tidak terawat dan nyaris tidak tersentuh pembangunan oleh pemerintah.

Namun Pemerintah Kota Semarang saat ini ingin berupaya membuat Tinjomoyo kembali mampu menjadi daya tarik wisata Kota Semarang. Jembatan akses menuju Tinjomoyo yang terputus telah kembali dibangun. Bahkan saat ini di Tinjomoyo sedang dibangun sebuah area pasar berkonsep digital, yang akan diberi nama ‘Pasar Semarangan Tinjomoyo’.

‘’Jadi, konsepnya Tinjomoyo ini akan menjadi sebuah Pasar Digital terbuka, yaitu sebuah pasar tradisional yang Instagramable di alam terbuka, dengan sistem pembayaran cashless (non tunai),’’ jelas Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, saat meninjau pembangunan Hutan Kota Tinjomoyo, Selasa (6/3).

‘’Konsep ini juga menjadi representasi pembangunan Kota Semarang sebagai Smart and Sustainable City,’’ tambahnya.

Hendi, sapaan karibnya, mengungkapkan bahwa agenda wisata telah direncanakan untuk diselenggarakan di Hutan Kota Tinjomoyo tersebut. ‘’Untuk soft launch-nya kita agendakan pada tanggal 17 Maret, dan pembukaan Semarang Great Sale tanggal 7 April nanti juga akan diselenggarakan di sini,’’ terangnya.

Pasar Semarangan sendiri, Hendi menegaskan, rencananya pada tiga bulan pertama akan dibuka setiap Sabtu dari jam 15.00 sampai 21.00. Di luar waktu itu masyarakat dapat menggunakan area Pasar Semarangan untuk bersantai atau jogging.

‘’Kami optimis, revitalisasi aset-aset wisata seperti Hutan Kota Tinjomoyo ini dapat berkontribusi mendorong laju pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang menjadi sekitar 6%, dari yang semula di tahun 2016 telah berada di angka 5,69%. (duh)

You might also like

Comments are closed.