Ida Fauziyah Siapkan Strategi Khusus Kalahkan Ganjar Pranowo di Pilgub Jateng

METROSEMARANG.COM – Bakal calon wakil gubernur Jawa Tengah, Ida Fauziyah menyatakan bakal blusukan sampai tingkat RT untuk menggaet massa dalam pertarungan Pilgub Jateng tahun ini.

Ida Fauziyah sudah punya jurus jitu untuk bertarung melawan Ganjar Pranowo di Pilgub Jateng. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Ia mengatakan dengan turun ke masyarakat nantinya bisa melihat persoalan mendasar di Jawa Tengah salah satunya keadilan sosial, yang melahirkan kemiskinan.

Ia akan melakukan pergerakan sampai tingkat RT dengan mengangkat prinsip, ganyar, ganti anyar (baru).

“Mukti harus bareng, tidak golongan tertentu. Dengan berbagai variabel pembangunan yang kami usung untuk mengurangi angka kemiskinan,. Untuk mewujudkan itu pemimpinnya harus ganyar, ganti anyar,” ungkap Ida, Senin (22/1).

Menurutnya saat ini tingkat kemiskinan di Jawa Tengah hingga akhir 2017 kemarin telah mencapai 13, 58 persen atau 4,577 jiwa.

Tak cuma itu, katanya dari 35 kabupaten/kota, masih ada 15 daerah di antaranya masuk zona merah daerah miskin. Kelima belas daerah yang dimaksud antara lain, Kabupaten Wonosobo, Kebumen, Brebes, Purbalingga, Rembang, Pemalang, Banjarnegara, Banyumas, Klaten, Sragen, Cilacap, Demak, Purworejo, Grobogan, dan Demak.

Penanggulangan kemiskinan nantinya diurai dari tingkat desa. “Majelis desa yang akan melakukan pengawalan, yang gerakannya sampai tingkat RT,” bebernya.

Majelis desa merupakan ruang relawan calon gubernur-calon wakil gubernur Sudirman Said-Ida Fauziah di tingkat desa maupun kelurahan untuk membuka komunikasi dan diskusi antara relawan dengan warga.

Relawan ini melakukan pergerakan hingga tingkat RT. Relawan yang tergabung di tingkat RT inilah yang akan menjadi ujung tombak Tim Relawan Pergerakan Merah Putih.

Sementara Ketua DPC PKB Kota Semarang, Soemarmo HS menekankan pentingnya jangan hanya seremonial jika terjun ke masyarakat.

“Tidur di rumah warga, ngobrol dengan masyarakat. Karena pada waktu menjelang tidur itulah obrolan-obrolan jujur dari masyarakat keluar,” ujar Soemarmo. (far)

You might also like

Comments are closed.