Idealnya Semarang Punya 12 Koridor BRT

METROSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang diminta tidak cepat berpuas diri dengan adanya 6 koridor BRT Trans Semarang yang telah beroperasi. Sebab, idealnya jumlah koridor BRT di Kota Semarang ada 12 koridor guna menjangkau hingga wilayah-wilayah pinggiran.

Peluncuran BRT Koridor 6, Jumat(31/3). Pemkot diharapkan terus menambah koridor BRT untuk menjangkau wilayah permukiman. Foto: metrosemarang.com/dok

Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang Suharsono mengatakan, mengapresiasi di awal tahun ini Pemkot bisa menambah 2 koridor baru BRT yaitu koridor 5 dan 6. Penambahan 2 koridor yang memang sebenarnya ditargetkan diluncurkan akhir tahun 2016 ini, diharapkan akan menambah optimisme masyarakat terhadap penyediaan transportasi publik.

”Memang dalam RPJMD 2016-2021 pemerintah kota menargetkan selama 5 tahun terdapat 8 koridor. Tapi kami sendiri optimis pemkot tidak sampai tahun 2021 sebanyak 8 koridor itu bisa terpenuhi,” katanya, Rabu (5/4).

Pihaknya meyakini 8 koridor itu bisa tercapai di tahun 2018. Sehingga di tahun 2019-2021 diharapkan pemkot bisa meluncurkan BRT hingga 12 koridor. Untuk menjangkau wilayah-wilayah pinggiran yang selama ini dirasakan masyarakat sekitar kurang diperhatikan.

”Dengan adanya BRT yang melintasi wilayah-wilayah pinggiran itu menjadi bahan optimisme masyarakat bahwa pemkot sekarang mulai lebih memperhatikan wilayah pinggiran lagi,” ujarnya.

Selain itu ditambah feder sebagai angkutan penghubung, karena wilayah-wilayah pinggiran yang notabane menjadi wilayah pengembangan kawasan perumahan membutuhkan sarana transportasi publik.

”Oleh karenanya kita berharap, dengan sudah diluncurkan sampai koridor 6, maka koridor 7 dan 8 harapannya di 2018 bisa tercapai. Karena kajian sampai 8 koridor juga sebenarnya sudah lama. Kita optimis pemkot bisa, hanya memang harus diimbangi dengan feder di kawasan-kawasan perumahan,” jelasnya.

Untuk prioritas koridor 7 dan 8, tambahnya, adalah wilayah-wilayah penghubung seperti di wilayah Genuk. Yaitu dari Terminal Terboyo, Genuk ke Pedurungan lewat Jalan Woltermoinginsi. Rute ini diharapkan jadi prioritas kalau ada peluncuran koridor baru.

Selain itu juga prioritas wilayah Mijen ke Ungaran melintasi jalur Gunungpati. Atau wilayah-wilayah lainnya yang menghubungkan perbatasan-perbatasan. ”Misalkan Genuk kemudian melalui Jalan Woltermonginsidi kemudian sampai Banyumanik. Jadi jalur-jalur wilayah lewat dalam juga, masih ada beberapa jalur yang bisa dilalui oleh BRT,” katanya. (duh)

You might also like

Comments are closed.