IDP Buka Peluang Studi di 13 Universitas Mancanegara

Perwakilan universitas New Zealand melayani pertanyaan pengunjung dalam pameran pendidikan di Crowne Plaza Semarang, Senin (2/3). Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha
Perwakilan universitas New Zealand melayani pertanyaan pengunjung dalam pameran pendidikan di Crowne Plaza Semarang, Senin (2/3). Foto Metrosemarang/Achmad Nurseha

SEMARANG – International Development Program (IDP) menggelar pameran pendidikan di Crowne Plaza Semarang, Senin (2/3). Pameran yang digelar pertama kali ini bermaksud untuk membuka informasi dan kesempatan bagi mahasiswa-mahasiswi di Jateng, dari S1, S2, dan S3 yang ingin belajar di luar negeri, serta memperkenalkan program terbarunya, yakni Multi Study Destination.

Program tersebut akan menawarkan penambahan negara studi yang dulunya hanya di Australia, kini akan bertambah di Amerika Serikat, United Kingdom, Kanada, dan New Zealand. Dengan penambahan negara studi tersebut diharapkan para pelajar di Indonesia menjadi lebih tertarik menambah wawasannya hingga ke luar negeri.

Office Manager IDP Semarang, Endah Setia Prihati menjelaskan, pameran pendidikan digelar agar para calon peserta bisa langsung bertatap muka, serta menanyakan hal-hal yang terkait dengan perwakilan dari universitas-universitas dari negara yang sudah ditentukan.

Dari New Zealand ada University of Canterbury, University of Otago, dan University of Willington Victoria. Ada juga dari USA, yaitu Auburn University, Hult International Business School, Navitas, The University of Kansas (KU), dan Seattle Central Comunity College.

Sedangkan dari United Kingdom ada Coventry University, University of Central Lanchasire, University of East Anglia, University of Hull, dan University of Sussex. “Kanada peminatnya masih sedikit jadi belum kami hadirkan,” katanya kepada metrosemarang.com.

Endah menambahkan, peserta akan dibagi menjadi dua kategori, yakni beasiswa dan mandiri. Bagi yang mandiri akan dikenakan biaya studi dan biaya hidup sehari-hari. Dia mencontohkan, di USA biaya hidup selama satu tahun sekitar 10.000-15.000 USD dan studi 11.000-25.000 USD.

Untuk di UK biaya hidup setahun sekitar £8.000 to £28.000 dan £9.000 to £34.000, Canada biaya hidup setahun sekitar CAD$ 10.000 to CAD$ 11.000 dan dtudy CAD$ 12.368 to CAD$ 16.768, New Zealand biaya hidup setahun sekitar NZ$ 13.000 to NZ$ 16.000 dan study NZ$ 14.200 to NZ$ 18.800.

“Jalur mandiri tidak ada batasan umur. Kalau beasiswa S2 maksimal 40 tahun dan S3 maksimal 45 tahun,” tambahnya.

Endah menambahkan, untuk pengiriman peserta study akan disesuaikan dengan jadwal semesteran setiap negara. “Kalau di UK dan USA biasanya September dan Januari sedangkan New Zealand sekitar Februari dan Juli,” imbuhnya.

Program ini juga merupakan wujud pengembangan pendidikan Indonesia. Para pelajar yang dikirim ke negara-negara maju itu diharapkan bisa mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk dikembangkan di Indonesia. (ans)

You might also like

Comments are closed.