Ijus Melon Makin Manjakan Pelaku UMKM di Semarang

METROSEMARANG.COM – Sebuah konsep bernama Ijus Melon yang merupakan singkatan dari Izin Usaha Mikro Melalui Online diperkenalkan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi kepada sejumlah panelis dalam rangka Top 99 Inovasi Pelayanan Publik di kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rabu (26/4).

Wali Kota Hendrar Prihadi bersama tim saat presentasi soa Ijus Melon dalam rangka Top 99 Inovasi Pelayanan Publik di kantor Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rabu (26/4). Foto: istimewa

“Pelaku usaha mikro di Kota Semarang kini bisa tersenyum lebar, pasalnya saat ini mereka bisa mendapatkan legalitas usahanya secara cepat, mudah, dan terbebas dari pungli,” paparnya dalam rilis yang dikirim Humas Setda Kota Semarang ke metrosemarang.com, Kamis (27/4).

Melalui Ijus Melon, pelaku usaha mikro yang ingin mendapatkan legalitas usahanya cukup mengurusnya melalui sebuah aplikasi ponsel pintar yang dapat diunduh di website DiskopUMKM.SemarangKota.go.id.

Menurut Hendi, sapaan wali kota, dengan sistem tersebut hanya dibutuhkan waktu 4 menit agar pelaku usaha mikro di Kota Semarang dapat mengambil surat legalitas usahanya di kecamatan setempat.

“Sebelumnya setiap tahun rata-rata hanya ada 772 pelaku usaha mikro yang mendapatkan ijin usaha, dengan Ijus Melon saat ini dalam satu tahun ada 8.304 pelaku usaha mikro yang telah mendapatkan legalitas usahanya di Kota Semarang,” jelasnya.

Tidak sampai di situ, pelaku usaha mikro yang sudah mendapatkan izin usaha akan langsung terdaftar dalam database Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang. Pelaku usaha mikro yang terdata tersebut selanjutnya akan diberi berbagai fasilitas dukungan usaha oleh Pemerintah Kota Semarang. Seperti pinjaman tanpa agunan, pelatihan usaha, hingga kesempatan mengikuti pameran di berbagai tempat.

Berdasarkan data statistik milik Pemkot Semarang, lanjut Hendi, perkembangan volume usaha pelaku UMKM di Kota Semarang cenderung stagnan. Dan baru di tahun 2016 setelah berjalan Ijus Melon, ada sebuah lompatan volume usaha yang signifikan.

“Tahun 2012 besar volume usaha UMKM di Kota Semarang hanya 314 miliar, sampai di 2015 hanya naik sedikit menjadi 379 miliar, namun setelah kami jalankan sistem ini, pada tahun 2016 volume usaha langsung meningkat tajam menjadi 726 miliar,” terang pria yang pernah dinobatkan sebagai Wali Kota Terbaik dalam ajang internasional Socrates Award di Italia ini.

“Seharusnya namanya bukan Ijus Melon, tetapi Ijus Melon Plus, karena fasilitas yang didapat setelah mengurus izin usaha itu tidak kalah menarik,” ujar Wawan, salah satu panelis Top 99 Inovasi Pelayanan Publik dari Universitas Brawijaya.

Selain itu panelis lainnya, Tomi Suryopratomo mengatakan, juga sangat setuju dengan konsep dukung pelaku usaha mikro yang diterapkan di Kota Semarang. (duh)

 

You might also like

Comments are closed.