Imigrasi Tunda Keberangkatan 353 Calon TKI asal Jateng

METROSEMARANG.COM – Sebanyak 353 orang calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Jawa Tengah ditunda pembuatan paspornya oleh Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI. Karena rencana keberangkatan mereka ke luar negeri dinilai belum secara prosedural.

Dirjen Imigrasi Kemenkumham RI bersama jajarannya saat bertemu Wali Kota Semarang di balai kota, Jumat (19/5). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

”Ini merupakan upaya pencegahan terjadinya TKI bermasalah di luar negeri. Di Kota Semarang ada 5 calon TKI dan di Surakarta 8. Tidak begitu banyak, makanya yang kita kembangkan adalah upaya meningkatkan kepedulian bersama untuk mencegahnya,” kata Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI, Ronny F Sompie, di balai kota Semarang, Jumat (19/5).

Ronny mengatakan, pihaknya datang ke Kota Semarang untuk menyampaikan tentang tugas dan fungsi Keimigrasian. Khususnya terkait tentang upaya mencegah keberangkatan TKI secara non prosedural ke luar negeri. Masalah ini sedang mengemuka menjadi pembahasan di masyarakat.

Keberangkatan TKI secara non prosedural harus dicegah supaya tidak menjadi korban tindak pidana perdagangan manusia. Keimigrasian melakukan pencegahan dengan memperketat penerbitan paspor, yakni menunda pelayanan pemberian paspor bagi calon-calon TKI yang non prosedural.

”Jika mereka mengajukan permohonan paspor dengan alasan mau umroh, naik haji, ziarah atau wisata, tetapi sebenarnya mau kerja maka akan ditunda,” ungkapnya.

Dinas tenaga kerja kabupaten/kota dan BP3TKI atau BNP2TKI yang memiliki hubungan dengan PPTKIS diharapkan bisa ikut mencegah. Selain memperketat pemberian paspor, pihaknya akan menunda pemberangkatan calon TKI non prosedural melalui Bandara A Yani di Semarang dan Bandara Adi Sumarmo di Surakarta.

”Imigrasi tidak bisa bekerja sendiri, tapi harus berkolaborasi dengan dinas tenaga kerja kabupaten/kota, provinsi dan BP3TKI serta Kantor Kementerian Agama. Tujuannya adalah untuk mencegah para pahlawan devisa ini menjadi korban di luar negeri,” tegasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.