Indahnya Logat Jawa Pegon pada Alquran Kapas

METROSEMARANG.COM – Lantunan ayat suci Alquran terdengar merdu saat masuk ke aula Ponpes Al Multazam di Pudak Payung Banyumanik. Sayup-sayup suara seorang ustad dengan logat Jawa kental jelas terdengar saat metrosemarang.com masuk ke tempat itu, Jumat sore (1/7).

Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

“(Alquran) ini cara bacanya dengan langgam Jawa Pegon, makanya lantunanya terdengar sedikit aneh dari lainnya,” kata Kyai Khamami, si ustad tersebut.

Ia mengatakan kitab Alquran yang baru saja ia baca itu merupakan peninggalan Sayyid Abdurahman. “Beliau waliyullah sekaligus ahli tafsir Quran yang hidup lebih dari dua abad silam,” akunya.

Alquran milik sang wali dibuat dengan bahan yang tak lazim. Gumpalan-gumpalan kapas yang direkatkan menyerupai buku. Alquran kapas itu setebal 78 halaman. Ulama besar pada tempo dulu memang sangat telaten menulis Alquran lewat media-media tertentu.

Kitab kapas warisan Sayyid Abdurahman ini berisi ilmu Tasawuf yang mampu menuntun umat Muslim untuk berakhlaq mulia. “Dan hurufnya berharokat tapi tidak ada arti bahasa Indonesianya,” katanya seraya menunjukkan Alquran yang baru saja ia baca.

Menurutnya keuletan Sayyid Abdurahman dalam menulis Alquran diatas kapas bisa diteladani oleh generasi muda bahwa agama Islam telah menuntun kehidupan manusia menuju cabang ilmu menuju tafsir kitab suci.

“Apalagi di zaman sekarang telah terjadi degradasi moral hingga menyebabkan perilaku banyak orang terlampau buruk,” ujarnya.

Ia pun berharap Alquran kapas ini bisa jadi renungan untuk memperbaiki ahlaq tiap manusia. (far)

You might also like

Comments are closed.